logo
  
   

.: PUBLICATIONS :.

Articles
Brand & Marketing
Balance Scorecard
Career
Corporate Identity
Corporate Culture
Family Business
Holding
Human Resources
Leadership
Oil & Gas
Organization Development
Quality
Soft Skill
Strategy
Others



ONE PERCEPTION, ONE ACTION


Ibarat pondasi, Budaya Perusahaan selayaknya mendapat prioritas utama !

Tidak ada gunanya perusahaan mengeluarkan uang milyaran rupiah untuk promosi jika tidak didukung strategi yang solid, SDM yang terlatih dengan baik, dan yang lebih penting semuanya tidak akan berarti tanpa budaya perusahaan yang mendukung, agar SDM tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak optimal. Jangan ragu memberi prioritas kepada budaya perusahaan karena menjadi dasar dari berbagai hal.

Kisah Ujung Tombak

Sebuah perusahaan baru merekrut para SDM yang jago dalam bidangnya dari berbagai perusahaan, yang diibaratkan sebagai sekumpulan tombak berujung runcing dengan daya dobrak luar biasa. Berbekal SDM mumpuni, diyakini akan menjadi perusahaan yang memiliki daya saing tinggi. Tetapi apa yang terjadi ? SDM yang berasal dari berbagai latar belakang budaya perusahaan yang berbeda-beda, ternyata tidak dapat melangkah seiring sejalan. Ibarat ujung tombak, ada yang mengarah ke atas, ke kanan, ke kiri dan ke bawah. Jika ada seratus orang, tiga puluh diantaranya menghadap ke atas (ke arah tujuan), tiga puluh ke kiri, dua puluh ke kanan, dan dua puluh ke bawah. Kekuatan organisasi bukan lagi seratus, tetapi hanya tiga puluh orang. Kompetensi saja tidak berarti, jika tidak ada kesamaan persepsi dan langkah dalam mencapai tujuan. Tugas budaya perusahaan sebagai rantai pengikat tombak agar menghadap ke arah (tujuan) yang sama.

Segitiga Emas JCG : Strategi Kultur SDM

Dalam kenyataan sering dijumpai strategi yang disusun dengan analisis yang mendalam dan sistem yang dirancang dengan penuh kehati-hatian tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Bahkan sumber daya manusia yang canggih pun belum menjamin sistem dan strategi dapat berjalan seperti yang diharapkan, karena tidak ada keselarasan dengan budaya perusahaan.

Budaya Perusahaan dan Persaingan

Merek bukan sekedar produk, tetapi tersimpan persepsi konsumen terhadapnya yang mempunyai posisi tertentu di benak konsumen (brand position), yang justru digiring oleh pemasar (positioning prompt). Seiring dengan upaya-upaya penempatan posisi oleh pemasar, seharusnya diikuti pula oleh kulturalisasi merek (brand culturalization), agar menjelma menjadi keyakinan, sikap, dan perilaku anggota organisasi. Atau dengan kata lain, harus terdapat keselarasan antara brand strategy dengan corporate culture strategy.

Corporate Culture Engineering

The Jakarta Consulting Group mengembangkan C-Culture untuk membantu rekayasa budaya perusahaan (corporate culture engineering) sebagai alat strategis pembentuk keunggulan daya saing. C-CULTURE merupakan pendekatan paling progresif terhadap pemanfaatan budaya perusahaan bagi kepentingan-kepentingan strategis organisasi, dengan merekayasa budaya perusahaan agar mempunyai kompatibilitas dengan tujuan, strategi, struktur dan sistem organisasi. Rekayasa budaya perusahaan bertujuan agar perubahan dan perbaikan di dalam organisasi yang menyangkut strategi, sistem, maupun struktur organisasi meresap dan mengakar, bukan hanya terjadi di permukaan dan bersifat semu (pseudo-change). Proses yang ditempuh adalah Culture Mapping, Culture Compatibility Assessment (termasuk konsistensi corporate culture strategy - brand strategy), Culture Reformulation, dan Culture Socialization & Internalization

Kapan harus dilakukan ?

Ketika perusahaan baru memulai kegiatan operasionalnya, merupakan saat yang tepat untuk melakukan rekayasa budaya perusahaan. Apalagi jika yang digeluti adalah bidang-bidang baru seperti telekomunikasi, IT, kedirgantaraan dan lain-lain. Rekayasa Budaya perusahaan juga harus dilakukan segera setelah proses akuisisi dan merger berlangsung, sebagai sarana untuk mengintegrasikan dua budaya yang berbeda dan membentuk trust building. Modifikasi budaya perusahaan juga diperlukan pada saat peluncuran visi dan misi baru agar meresap. Demikian pula pada saat melakukan change management, serta pada saat menghadapi pola kompetisi yang berbeda.

Tim Budaya Perusahaan The Jakarta Consulting Group

The Jakarta Consulting Group mememiliki tim yang lengkap dari berbagai bidang latar belakang keahlian dan mumpuni yang terdiri dari : Dr. A. B. Susanto (Antropologi), Prof. Dr. Wagiono Ismangil (Pengembangan Organisasi), Ir. Suwahjuhadi Mertosono (Transformasi Bisnis), Ir. Chaidar Makki (Manajemen SDM), Ir. FX. Sujanto (Pemasaran), Drs. Himawan Wijanarko (Sosialisasi & Internalisasi Budaya Perusahaan). <Kompas>