|
||||||
.: PUBLICATIONS :. Articles |
Majalah Trust - Atlantis Himawan Wijanarko*
Pernahkan Anda mendengar tentang Atlantis? Legenda tentang Atlantis dikemukakan oleh Plato 25 abad silam. Digambarkan sebagai wilayah yang sangat makmur dan peradabannya sangat maju. Atlantis yang digambarkan oleh Plato adalah surga beriklim tropis yang memiliki kekayaan dan keindahan alam. Kondisi alamnya bergunung-gunung, mempunyai banyak sungai dan saluran irigasi yang menghasilkan lahan pertanian yang produktif. Emas, perak dan permata juga mudah ditemukan di sini. Tetapi selain keadaan alam yang melimpah, juga mengandung mara bahaya. Syahdan, sebuah banjir besar menenggelamkan benua ini dalam sehari.
Legenda Atlantis ini demikian terkenal, sehingga banyak penjelajah macam Amerigo Vespucci yang menemukan benua Amerika kabarnya juga termotivasi oleh legenda Atlantis. Banyak pula ilmuwan yang tertarik untuk meneliti keberadaan Atlantis. Diantaranya Arysio Santos, seorang geolog dan fisikawan nuklir dari Brazil. Selama 30 tahun, Santos meneliti berbagai legenda dan mitos di berbagai perdaban tua, dan menemukan bahwa cerita tentang banjir besar yang melanda dunia dan menenggelamkan Atlantis selalu ada dalam berbagai versi yang bisa ditarik benang merah. Dari penelitiannya tentang berbagai mitos dan legenda ini, Santos mengkaitkan dengan data-data ilmiah geologis. Santos menemukan bahwa tenggelamnya Atlantis sejalan dengan temuan ilmiah terjadinya bencana alam besar yang dipicu oleh ledakan Gunung Krakatau, yang mengakhiri Zaman Es Pleistosen pada tahun 11.600 Sebelum Masehi. Letusan ini mengakibatkan es meleleh dan banjir besar melanda dunia, permukaan air laut naik 130 meter dan surga itu pun tenggelam. Hanya dataran tinggi dan puncak gunung saja yang tampak di permukaan, yang sekarang menjadi kepulauan Nusantara. Peradaban tinggi Atlantis menghilang, sebagian yang selamat berpencar ke seluruh penjuru dunia dan mempengaruhi berbagai peradaban tinggi dunia. Kita boleh berbangga hati sebagai orang Indonesia dikatakan sebagai cikal bakal peradaban tinggi dunia. Yah, untuk mengurangai rasa rendah diri bangsa ini. Legenda merupakan fakta bercampur imajinasi. Di setiap legenda tersimpan sebuah fakta, karena sejatinya legenda berawal dari sebuah fakta yang dibumbui sedemikian rupa sebagai strategi internalisasi nilai. Pun demikian dengan Plato, yang membumbui fakta sebenarnya tentang Atlantis, mengemasnya menjadi sebuah cerita untuk menyampaikan sejumlah pesan moral. Cerita, mempunyai sejumlah karakteristik: menarik (karena bercampur imajinasi), mudah diiingat, dan yang paling penting dapat menidurkan logika sehingga daya kritis dan resistensi berkurang. Dalam situasi inilah proses internalisasi nilai menemukan kondisi yang ideal. Jika pembaca perhatikan, semua agama dan kepercayaan dalam upaya internalisasi nilai-nilai melalui cerita. Mengapa legenda dan cerita mesti ada dalam kehidupan manusia?. Sejak beribu-ribu tahun yang lalu bercerita telah dipakai untuk menghubungkan masa lampau, masa kini dan masa depan kehidupan masyarakat. Sebuah cerita yang disampaikan dengan baik akan mampu melekat dalam ingatan untuk waktu yang lama, melebihi angka-angka statistik. Penyampaian cerita juga merupakan cara terbaik guna meyakinkan pendengarnya agar menerima sebuah nilai atau gagasan. Bagi sebuah organisasi, paling tidak ada dua tujuan utama sebuah cerita. Yang pertama adalah menanamkan ajaran untuk menjelaskan nilai-nilai penting. Menurut Neuhauser, saat menyampaikan cerita yang memuat nilai, organisasi perlu mengidentifikasi nilai-nilai penting yang ingin ditekankan dalam situasi yang diceritakan. Beberapa nilai penting yang berlaku umum dibanyak organisasi diantaranya adalah pelayanan pelanggan, inovasi, perbaikan berkelanjutan, keterlibatan karyawan, pengambilan risiko, dan integritas. Tujuan yang kedua adalah mengajari segala aturan dan metode yang berlaku dalam organisasi. Buku pegangan kebijakan dan prosedur akan lebih bermanfaat bila didalamnya disisipkan cerita-cerita yang menggambarkan hal-hal yang diuraikan. Para pemimpin organisasi dapat memanfaatkan cerita sebagai sarana untuk mengembangkan organisasi sehingga dapat mencapai kinerja unggul. * GM Strategic Services THE JAKARTA CONSULTING GROUP |
|