|
||||||
.: PUBLICATIONS :. Articles |
KOMPETENSI DAN EMPLOYABILITY A.B. Susanto* Perjalanan karir tidak dapat diandaiakan seperti meniti jalan yang lurus dan mulus, tetapi seperti berlayar di samudra luas. Situasi cepat berubah dari waktu ke waktu. Ada perusahaan yang berkembang pesat dan menjadi bintang, tetapi kemudian jatuh ke dasar jurang. Bahkan untuk perusahaan sehebat Enron dan Worldcom.
Dunia memang berubah cepat, yang didorong oleh globalisasi dan perkembangan teknologi. Apalagi dalam dunia bisnis, tempat persemaian bagi pengembangan karir kita. Ladang tempat kita menyemai karir ini berubah dengan cepat, dan terdapat musim yang mewarnai dunia karir. Pada suatu saat keahlian di bidang tertentu dibutuhkan, misalnya perbankan. Di musim yang lain dibutuhkan tenaga IT, dan musim pun dapat berganti, misalnya orang-orang yang mempunyai keahlian di bidang hukum ganti panen. Pengembangan karir menghadapi tantangan yang besar, karena ketidakpastian yang melanda pasar tenaga kerja. Dinamika yang tinggi dalam bisnis, mengakibatkan ladang tempat untuk menyemai karir kita juga bergelora. Lantas apa yang harus kita lakukan menghadapi sitausi yang sangat labil ini ? Muara dari semua sikap untuk menghadapinya adalah memahami dan menerima situasi yang berubah dengan cepat ini. Artinya kita sudah tidak dapat lagi bergantung kepada kemapanan, dan menyadari sepenuhnya . Kita harus siap menghadapi kenyataan bahwa pijakan kita berubah. Andaikan saja Anda bermain surfing, yang memperoleh kegembiraan dari besarnya gelombang. Perubahan ini seringkali memaksa perusahaan untuk merubah pendekatannya terhadap karyawan dari pola long life employment menjadi employability. Artinya terdapat kenyataan bahwa karyawan tidak dapat lagi mengharapkan terlalu banyak terhadap organisasinya untuk memikirkan dan mengatur sistem pengembangan karir bagi mereka. Sebagai akibatnya para karyawan berusaha membangun sendiri kemampuan individunya, apabila mereka masih mempunyai keinginan untuk tetap employable. Sebenarnya perusahaan tidak melepaskan tanggung jawabnya dalam mengembangkan karyawan. Justru perusahaan berusaha mengembangkan karyawan berdasarkan situasi terakhir. Perusahaan mengembangkan kompetensi karyawan secara berkelanjutan sehingga karyawan dapat berprestasi secara optimal dan memberi kontribusi yang maksimal bagi perusahaan. Dengan meningkatkan kompetensi berarti perusahaan berusaha agar karyawan mempunyai KSA (Knowledge, Skill, Attitude) yang dapat menjamin individu agar dapat mencapai performansi yang baik. Jika individu mempunyai kompetensi dan performansi yang baik, dia juga akan kompetitif dalam pasar tenaga kerja. Sehingga suatu saat perusahaan terpaksa melakukan perubahan dan harus melepaskan SDM-nya, SDM tersebut kompetitif dalam pasar tenaga kerja. Ini juga beresiko bagi perusahaan, karena para karyawan yang mempunyai kompetensi yang bagus dan memiliki performansi prima, lebih kompetitif di pasar tenaga kerja. Artinya karyawan yang bagus lebih mungkin dibajak oleh perusahaan lain. Bagaimana dengan karyawan sebagai individu ? Dalam kedinamisan pasar tenaga kerja, maka salah satu penopang utama untuk meniti tangga karir adalah memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan-tuntutan pekerjaan. Jadi individu dituntut agar memiliki kompetensi yang dipersyaratkan oleh pekerjaannya. Diharapkan peningkatan kompetensi (proficiency level) akan mendorong performansinya, dan performansi yang bagus akan melempangkan karirnya. Kesimpulannya : jangan takut menghadapi ketidakpastian, asal telah mempersiapkan diri dengan baik. Apa persiapannya ? Tingkatkan selalu kompetensi Anda ! Beruntung bagi Anda yang bekerja di perusahaan yang telah menerapkan Competency-based Human Resources Management. Perusahaan yang sudah menerapkan CBHRM telah menentukan kompetensi apa yang harus Anda miliki, dan perilaku apa saja yang dapat dijadikan patokan bahwa Anda telah memiliki kompetensi tertentu. Tidak berhenti di sini saja, perusahaan juga menentukan tingkatan kompetensi yang harus dimiliki untuk tiap jenjang jabatan, yang berarti kompetensi yang harus dimiliki untuk setiap jenjang karir. Bahkan perusahaan juga memberikan jalan dan memberi fasilitas bagaimana masing-masing individu dapat meningkatkan kompetensinya. Artinya melalui peningkatan kompetensi inilah sistem pengembangan karir dilakukan. Bagaimana bagi Anda yang perusahaannya belum menerapkan CBHRM ? Tidak usah khawatir. Berpikirlah positif. Anda dapat mengembangkan kompetensi Anda sendiri. Kompetensi adalah ciri-ciri yang harus dimiliki oleh seseorang sehingga dia dapat mencapai performansi prima dalam suatu bidang pekerjaan. Jadi Anda dapat menelusuri untuk bidang pekerjaan Anda karakteristik apakah yang diperlukan agar dapat mencapai prestasi. Misalnya untuk bidang marketing kemampuan untuk mempersuasi pelanggan. Sebagai salah satu kompetensi, kemampuan untuk mempersuasi pelanggan ini harus ditingkatkan secara berkesinambungan sehingga kompetensi Anda di bidang ini semakin lama semakin bagus. Demikian pula dengan kompetensi-kompetensi yang lain. Seiring dengan meningkatnya tingkat kompetensi Anda diharapkan dapat memperbaiki prestasi Anda. Prestasi yang baik akan menuntun kepada peningkatan karir. Dan ini berarti pula meningkatkan tingkat employability Anda. Pengembangan kompetensi ini dapat dituangkan dalam suatu rencana pengembangan, yang selaras dengan sasaran karir Anda. Demikianlah ketidakpastian justru akan mendorong Anda untuk meningkatkan kompetensi, dan mendorong akselerasi karir Anda. Selamat mengembangkan kompetensi Anda.<Male Imperium> * Managing Partner The Jakarta Consulting Group |
|