logo
  
   

.: PUBLICATIONS :.

Articles
Brand & Marketing
Balance Scorecard
Career
Corporate Identity
Corporate Culture
Family Business
Holding
Human Resources
Leadership
Oil & Gas
Organization Development
Quality
Soft Skill
Strategy
Others



Pengikut Aktif Pemimpin Sukses


Jika bicara karir, asumsinya adalah posisi yang terus menanjak. Posisi yang menanjak ini selalu dikaitkan makin banyaknya anak buah. Maka leadership dianggap sebagai kunci untuk memuluskan jalan karir.

Padahal antara leader dan follower bagaikan dua sisi dari satu mata uang. Kita ambil contoh seorang manajer dalam sebuah organisasi. Fungsinya sebagai pemimpin adalah apabila ia berhubungan dengan para supervisor yang berada pada tingkatan di bawahnya.  Supervisor yang melapor kepadanya secara struktural organisasi. Di sisi lain, ia juga seorang follower bagi direktur organisasi tersebut. Ia mengikuti perintah dari direktur yang menjadi atasannya. 

Ingatlah tentang pepatah “a good leader is also a good follower”. Tanpa dukungan dari follower, mustahil leader akan berhasil. Akan sulit bagi kita untuk mengatakan bahwa seseorang adalah pemimpin yang baik, apabila ia juga tidak bertindak sebagai pengikut yang baik. Dalam konsep Quantum  Leadership yang dipaparkan The Jakarta Consulting Group, setidaknya terdapat  lima peran utama dari seorang follower.  

Pertama strategic implementor. Di sini pengikut berperan sebagai pihak yang mengimplementasikan hal-hal yang strategis dalam kegiatan operasional organisasi sehari-hari.
Kedua, follower as the leader. Walaupun posisinya dalam organisasi adalah sebagai pengikut, namun ia juga melaksanakan kegiatan kepemimpinan. Misalnya, seorang pengikut juga harus mempunyai inisiatif, melakukan kegiatan pengambilan keputusan, dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena dalam konsep quantum leadership terdapat pendelegasian tugas dari pemimpin kepada pengikutnya.

Ketiga, source of information. Pengikut berfungsi sebagai sumber informasi bagi pemimpinnya. Dalam bahasa pemasaran, hal ini biasa disebut sebagai “market intelligence”. Ia harus mampu mem-back up­ pemimpinnya sehingga pemimpin organisasi tidak ketinggalan informasi atas apa-apa yang terjadi di dalam ataupun di luar organisasi.

Keempat, feedback provider. Pengikut “wajib” menyediakan umpan balik bagi kegiatan yang dilakukan oleh pemimpin organisasi.  Hal ini penting untuk menjaga agar organisasi berjalan di jalur yang benar.

Kelima, friend and partner. Sebagai pengikut, ia juga berfungsi sebagai teman dan mitra kerja dari pemimpin. Tanpa adanya dukungan pengikut, mustahil pemimpin akan mampu membawa organisasi kepada keberhasilannya.

Terdapat pula konsep courageous followership yang dikemukakan oleh Ira Chaleff, yang mungkin sangat sesuai dengan budaya Barat, tetapi mesti dipertanyakan penerapannya di dalam budaya Timur. Ciri-cirinya adalah berani menyatakan apa yang benar, berani menyatakan apa yang salah, dan berani berkata pendapat yang lain.  Bentuk dari courageous followership adalah the courage to assume responsibility, the courage to serve, the courage to challenge, the courage to participate in  transformation, serta the courage to leave.

Sementara Robert E. Kelly membagi tipe follower menjadi lima tipe. Pertama adalah tipe domba (sheep). Ciri-cirinya adalah pasif, tergantung, dan tidak kritis dalam pemikiran. Follower tipe ini hanya menjalankan perintah dari pemimpin. 

Kedua, adalah tipe “yes people”. Pengikut tipe ini selalu berada di sekitar “bos”, berusaha mengantisipasi setiap langkah, siap untuk membukakan pintu untuk atasannya.    Pengikut dengan tipe seperti ini mempunyai ciri: pendekatannya aktif, tetapi berpikir tidak kritis dan tidak bebas. 

Ketiga adalah alienated follower. Cirinya adalah independen dalam berpikir dan pasif dalam pendekatan. Mereka acap merasa kecewa dengan pemimpinnya. Mereka tidak memberikan seluruh tenaga dan komitmen kepada pemimpinnya. 

Keempat, adalah tipe survivor. Tipe ini adalah orang yang dapat selamat dari segala bentuk reorganisasi dan selalu terpakai. Mereka dapat menyesuaikan diri dengan segala macam keadaan, pasang surut waktu, dan kejadian yang menimpa organisasi. 

Kelima adalah tipe effective follower. Karakter mereka mirip dengan karakter pemimpin. Ciri-cirinya adalah melakukan pendekatan aktif, mandiri, dan berpikir kritis.  Mereka akan menyampaikan pendapatnya tentang ide-ide yang dilontarkan pemimpin sekaligus menyampaikan ide-ide yang dimilikinya. Mereka mempunyai komitmen yang tinggi terhadap organisasi dan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Nah, tipe terakhir inilah yang akan menjadi asset berharga bagi organisasi.

Bagiamana dengan Anda, tergolong tipe follower yang manakah Anda? Sudahkah Anda memerankan kelima peran follower dengan baik? Followership yang baik akan meningkatkan kinerja tim Anda, yang dapat memberi nilai lebih bagi perjalana karir Anda. <Male Emporium>