Kompetensi sebagai modal utama meniti tangga karir harus dibungkus oleh ketrampilan berkomunikasi agar kompetesi itu diakui oleh orang lain. Banyak bukti menunjukkkan orang yang biasa-biasa saja dapat menanjak karirnya dengan cepat kareana kemahirannya dalam berkomunikasi. Sebaliknya orang yang pandai, tapi kurang trampil dalam berkomunikasi, kemajuan karir berjalan lambat. Ketrampilan berkomunikasi personal telah terbukti menunjang berbagai kemampuan yang dibutuhkan dalam memuluskan karir, seperti presentasi, lobbying, negosiasi, dan networking.
Komunikasi terdiri dari komunikasi verbal dan non-verbal. Saya akan membahas tips-tips komunikasi verbal yang dapat menujang karir, yang biasanya diajarkan dalam pelatihan Profesional Image yang diselenggarakan The Jakarta Consulting Group.
Ekspresi Suara
Pada waktu berkomunikasi secara verbal Anda harus memperhatikan kualitas suara, melalui pendayagunaan intonasi, tempo, jeda, dinamika, dan ekspresi dengan baik dan benar.
Suara Anda merupakan modal utama. Anda dapat menyatakan diri, menyampaikan maksud, mengemukakan gagasan, mengungkapkan keinginan, dan memperlihatkan kemampuan melalui suara Anda.
Hindari pengucapan yang masih memperlihatkan aksen daerah yang terlampau kental. Sebenarnya hal itu merupakan ciri khas seseorang yang cukup sulit untuk dihilangkan. Namun hal itu diupayakan sedemikian rupa agar tidak terdengar terlampau dominan.
Ciri lain yang kurang tepat adalah nada suara terdengar kasar. Pengucapan model ini tidak memperhatikan dinamika suara, terkadang tinggi atau rendah tanpa alasan tertentu. Hal ini jelas sangat menganggu dan menimbulkan kesan buruk pada orang-orang yang mendengarkannya.
Dengan mempergunakan dinamika suara secara tepat, dapat memperlihatkan karakter tegas namun tidak kasar dan tutur kata teratur dengan kerendahan suara yang tepat. Suara Anda menunjukkan keyakinan terhadap apa yang Anda ucapkan.
Pada waktu berkomunikasi kadang-kadang kita tidak menyadari apabila suara nafas jelas terdengar. Anda dapat memperbaikinya dengan mengontrol sirkulasi udara yang menghasilkan suara, yang mempermudah pemenggalan kalimat secara tepat dan melakukan perhentian-perhentian pada waktunya. Upaya ini sangat penting agar kalimat-kalimat yang Anda paparkan menjadi jelas, tidak monoton, penuh ekspresi.
Sebagai seorang profesional Anda juga harus menunjukkan antusiasme yang besar terhadap apa yang Anda bicarakan supaya orang lain tidak malas pula untuk memperhatikannya.
Pembicaraan pada kalangan profesional mempergunakan variasi-variasi kecepatan tertentu, tergantung pada sasaran komunikasi yang ingin dicapai. Secara umum pembicaraan yang baik adalah pembicaraan yang mempergunakan kecepatan sedang.
Kekuatan Kata
Kata-kata sebagai unsur komunikasi memiliki "kekuatan", yang dapat ditemukan melalui makna kata-kata. Kekuatan ini dapat dipergunakan secara maksimal untuk menunjang karakteristik suara yang Anda miliki. Misalnya Anda dapat menghilangkan kata-kata yang barangkali sulit untuk dilafalkan dan menggantikannya dengan kata-kata yang betul-betul "enak" untuk diucapkan. Agar kelihatan powerful, Anda dapat mempergunakan kata-kata tertentu yang kuat.
Untuk menunjang eksplorasi terhadap kekuatan kata dan pemanfaatannya secara maksimal, Anda harus menguasai unsur-unsur bahasa secara memadai, seperti sinonim, antonim, kata-kata penghubung, ungkapan-ungkapan (idiom) dari berbagai latar belakang. Penguasaan unsur-unsur bahasa tersebut membuat kita mempunyai keluasan perbendaharaan kosa kata yang berdaya tinggi.
Kekuatan kata juga dapat diperoleh melalui pemahaman ragam bahasa yang ada. Ragam bahasa terdiri atas ragam bahasa resmi atau formal, bahasa pergaulan, bahasa tulisan, bahasa lisan, bahasa bisnis, bahasa jurnalistik.
Setiap ragam bahasa memiliki ciri khas yang membedakan ragam yang satu dengan ragam lainnya. Kata-kata yang dimiliki setiap ragam pun berbeda-beda. Dengan memahami ragam bahasa yang dipergunakan suatu kalangan, Anda dapat mempergunakan kata-kata yang tepat untuk kalangan tersebut.
Kata-kata yang Anda pergunakan pada waktu menghadapi mitra bisnis akan berbeda dengan kata-kata yang Anda pergunakan sewaktu bertemu pejabat pemerintah. Dalam hal ini Anda tidak perlu harus mengubah diri sehingga tampak berbeda sama sekali, melainkan hanya melakukan fleksibilitas dalam penggunaan bahasa di tengah-tengah situasi dan kondisi yang berbeda-beda.
Berangkat dari semua hal tersebut di atas maka Anda perlu melakukan konsentrasi ganda. Pertama Anda harus berkonsentrasi penuh pada berbagai hal yang ingin diungkapkan, dan yang kedua berkonsentrasi pula pada kualitas pengucapannya.
Estetika Percakapan
Salah satu rahasia kesuksesan Henry Ford adalah kemampuannya untuk berkomunikasi secara prima. Ia mampu mengekspresikan kualitas dirinya melalui pernyataan-pernyataan spektakular yang membuat dunia terpukau mendengarnya. Simaklah salah satu ungkapan yang begitu mengagumkan karena memuat gagasan besar namun diungkapkan dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami: "A bore is a fellow who opens his mouth and puts feats in it".
Henry Ford jelas memahami betul kekuatan kata-kata dan mempergunakannya secara fungsional. Iia menuangkan gagasan-gagasannya melalui susunan kata-kata yang sederhana dan teratur sehingga membuatnya mudah dipahami dan seluruh dunia mau memperhatikannya. Inilah salah satu karakteristik yang mencuatkan estetika di dalam berkomunikasi: keindahan di dalam kesederhanaan.
Bentuk estetika lain dalam berkomunikasi adalah menunjukkan empati pada waktu berbicara, dengan maksud membuat komunikasi itu menjadi lebih bermakna. Empati memperkuat kehadiran Anda di tengah-tengah audiens, sehingga mereka akan memperhatikan apa yang Anda bicarakan.
Secara keseluruhan estetika berkomunikasi dapat dicapai apabila Anda menaruh minat pada banyak subjek. Memang pada dasarnya Anda biasanya memiliki satu bidang yang menjadi fokus perhatian Anda. Namun janganlah Anda lalu menutup diri terhadap bidang-bidang lain.
Menjadi seorang pendengar yang aktif
Komunikasi efektif ternyata tidak hanya terwujud karena komunikator dan komunikan dapat memperlihatkan kemampuan berbicara secara prima, melainkan juga terbentuk karena adanya pendengar yang aktif. Larry King misalnya. Ia menjadi presenter talk show CNN yang paling tersohor saat ini hanya karena ia mampu memperlihatkan diri sebagai seorang mau mendengarkan apa yang dibicarakan para tamunya.
Untuk menjadi pendengar aktif, pertama-tama ajaklah mereka berbicara tentang diri mereka sendiri, dengan berfokus pada kondisi saat ini, bahkan kalau perlu kondisi pada saat komunikasi berlangsung.
Bukalah telinga lebar-lebar dan perlihatkanlah perilaku yang menyenangkan pada saat Anda mendengarkan orang lain berbicara. Anda dapat memberi respon dan mengajukan umpan balik serta mendengarkan dengan penuh sensivitas tinggi. Sehingga Anda dapat mengetahui kapan saat tepat untuk berbicara, kapan melakukan interupsi, dan mengarahkan pembicaraan ke sasaran yang ingin dicapai. Jangan lupa untuk mempertahankan kontak mata terhadap mereka.
Secara keseluruhan penjabaran di atas dapat dirangkum dalam satu kata 'RISE', yaitu aktif mendengarkan dengan memperlihatkan Response (respons), Interrupt (dapat menginterupsi), Support (mendukung), Expand (mengembangkan atau membawa arah pembicaraan pada hal-hal yang ingin kita bicarakan). Hal itu dapat dilakukan dengan menajamkan telinga, sensitif, dan menunjukkan simpati dan empati. <BISNIS INDONESIA>
* Penulis adalah Managing Partner The Jakarta Consulting Group