|
||||||
.: PUBLICATIONS :. Articles |
MENJADI EKSEKUTIF SUKSES A. B. Susanto * Apakah sukses itu ? Apakah kriterianya ? Lalu adakah formulanya agar kita sukses di di dalam karir ? Bill Gates yang drop out dari Perguruan Tinggi mendirikan Microsoft dan kemudian menjadi orang terkaya di dunia pasti bukanlah orang yang gagal. Walaupun tidak menyelesaikan pendidikannya di Perguruan Tinggi ia mempengaruhi dunia dengan software-software-nya, mempekerjakan sekian ribu orang dan mempunyai kekayaan materi yang luar biasa.
Kesuksesan merupakan pencapaian hasil skala tinggi dalam lingkup yang luas. Seorang yang sukses merupakan peak performer dalam lingkungan kerja, yang tidak perlu selalu disamakan dengan pencapaian posisi puncak dalam perusahaan. Yang lebih penting selain hanya mempedulikan posisi dalam perusahaan adalah seberapa besar peran yang diemban dapat dijalankan, dan signifikasi hasil yang diperoleh. Selanjutnya, seorang yang sukses memiliki kemapanan dalam artian mencapai tingkat kepuasan kerja yang relatif tinggi, serta memiliki tingkat kepuasan dalam kehidupan di luar pekerjaan dengan derajat yang tinggi pula. Eksekutif Sukses Eksekutif yang dianggap sukses oleh berbagai pihak biasanya memiliki sikap mental tertentu. Pada umumnya mereka memiliki pola sikap yang positif dalam menghadapi berbagai hal, termasuk dalam menghadapi rintangan dan kegagalan. Mereka juga cenderung untuk tidak mau didikte oleh keadaan, tidak mudah menyerah dan fleksibel dalam menghadapi perubahan. Yang juga menjadi ciri eksekutif sukses adalah kepemilikan rasa percaya diri yang kuat, kemauan serta kemampuan untuk bekerja dengan siapa saja. Untuk menapak sukses, kita tidak dapat hanya berlandaskan pada pencapaian pendidikan formal dan informal yang memadai, tetapi juga pada kesempatan untuk memperoleh eksposure kerja yang luas. Saya tidak terlalu setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa eksposure hanya akan bertambah seiring dengan semakin lamanya kita bekerja, meskipun terdapat makna kebenaran di dalamnya. Dalam kondisi bisnis di mana proses perubahan sering tidak terpola, bahkan tidak terduga, yang lebih penting dari hanya mengandalkan lama bekerja saja adalah kegigihan untuk memperoleh, bahkan menciptakan peluang untuk mengoptimalkan kualitas eksposure kita terhadap pekerjaan. Selanjutnya, untuk menghadapi situasi yang semakin tajam di berbagai hal, tidak diragukan lagi bahwa kondisi fisik juga semakin mempengaruhi gerak langkah kita. Selain stamina yang kuat, kondisi fisik yang mendukung penerimaan kita di dunia bisnis nasional dan internasional adalah profesionalisme dan kemapanan dalam menampilkan diri yang dilandasi oleh kepribadian yang menyenangkan. Networking, kata yang seakan telah menjadi magic word di masa sekarang juga merupakan kunci sukses. Networking di sini berarti keluasan jaringan, tetapi juga diikuti oleh selektivitas yanag relatif tinggi dalam kaitannya dengan pemilihan sumber dan asal jaringan serta selektivitas dalam pemilihan dan pembinaan hubungan harmonis dengan contact person. Dalam menghadapi semakin terbukanya pasar dunia, para eksekutif kita juga masih perlu dipacu dalam meningkatkan sensitivitas budaya dan bagaimana memanfaatkannya sebagai senjata, terutama dalam melakukan pendekatan dan negosiasi dengan berbagai pihak. Untuk dapat meminimalkan kelemahan yang dimiliki, kita perlu meluangkan waktu untuk mengevaluasi diri sendiri dan menyusun suatu perencanaan pengembangan diri yang terarah dan dilaksanakan dengan konsekuen. Empat faktor utama yang perlu diperhatikan dalam menerapkan program pengembangan diri adalah optimalisasi kemampuan, keharmonisan hubungan dengan berbagai pihak, implementasi aktivitas berdasarkan pola pikir strategis dan ketepatan persepsi peran. Pada intinya, seorang eksekutif dituntut untuk menjadi manajer bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain. Dengan demikian mereka dituntut untuk tidak hanya mampu menerima beban tanggung jawab tetapi juga mampu memberikan wewenang tanggung jawab kepada orang lain. Di satu sisi, mereka diminta untuk berperan sebagai pemimpin, tetapi di lain kesempatan, mereka harus dapat menempatkan dirinya sebagai follower yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi. The Law of Inner Strength Salah satu cara untuk pengembangan diri menjadi eksekutif yang sukses adalah memperhatikan The law of inner strengths. The law of inner strengths menyatakan bahwa setiap orang harus mulai dengan menggali kekuatan dirinya sendiri yang dapat dilaksanakan dengan melakukan self analysis dan memanfaatkan program-program pengembangan kemampuan manajerial, interpersonal dan teknis. Akan tetapi meningkatkan kompetensi diri saja tidak cukup. Agar kompetensi yang dimiliki dapat memberikan arti secara holistik, diperlukan kekuatan untuk dapat memancarkan potensi diri. The law of inner strengths menuntut keberadaan VBP (Vision, passion & belief) secara berkesinambungan. Tanpa adanya elemen-elemen tersebut, sangat sulit untuk dapat mengimplementasikan emansipasi manajer secara utuh. Beberapa teknik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan memancarkan kekuatan diri seperti teknik leveler dan teknik see & be. Teknik leveler atau teknik penyamarataan dapat digunakan untuk membangkitkan kekuatan pribadi. Pada dasarnya teknik ini bertujuan untuk menghilangkan perasaan dan kesan bahwa seseorang berada "di bawah" orang lain. Teknik leveler menuntut adanya minimisasi kepatuhan dengan catatan tidak menyimpang dari kewajaran dan tata cara serta disesuaikan dengan situasi yang ada. Di samping itu, efektivitas dalam berkomunikasi perlu ditingkatkan sehingga mampu menempatkan diri sesuai dengan posisi dan citra yang ingin ditampilkan. Mampu memancarkan kekuatan pribadi berarti mampu menarik perhatian orang lain. Teknik see & be dapat menolong meningkatkan kemampuan ini. Teknik see & be berfokus pada pembentukan sikap yang berorientasi pada tujuan. See & be only what you are going to be. Teknik ini menuntun kita untuk melihat selangkah lebih ke depan, melihat dunia, diri sendiri dan orang lain dengan sudut pandang yang berbeda. Sehingga kita dipandang secara berbeda dan daya tarik yang dimiliki menjadi meningkat. Teknik see & be akan memberikan kontribusi maksimal apabila digabungkan secara tepat dengan teknik tune them in, yang menyatakan bahwa kita harus mampu menunjukkan perhatian terhadap perkembangan dunia dan keberadaan orang lain. Penggabungan kedua teknik ini diharapkan dapat membentuk keterikatan rasional dan emosional.<BISNIS INDONESIA> *Managing Partner The Jakarta Consulting Group |
|