|
||||||
.: PUBLICATIONS :. Articles |
RENCANA PENGEMBANGAN POTENSI Keberhasilan meniti karir sangat dipengaruhi oleh keberhasilan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki, sehingga sudah selayaknya pengembangan potensi diri direncanakan dengan baik. Selain memperhatikan sifat-sifat dasar perencanaan, sebaiknya juga memperhatikan hal-hal penting berikut ini: Passion Persistence
Common sense Aspek rasionalitas berpengaruh besar terhadap keberhasilan penyusunan dan pelaksanaan suatu perencanaan. Dalam artian, usaha-usaha dan tujuan yang dipilih harus terbentuk dalam pengertian umum dan dilandasi akal sehat, dengan memperhatikan kemampuan diri dan kondisi lingkungan sekitarnya. Dalam konteks ini proses perencanaan dilakukan dengan maksud sebagai berikut: 1. Mengumpulkan ide dan perencanaan dasar Cara kedua, melakukan pilihan dari daftar aktivitas yang telah dirancang. Proses ini akan lebih baik apabila disertai dengan suatu ketentuan tentang “apa yang harus dikerjakan” dan “apa yang penting”. Kemudian membuat pertanyaan sebanyak mungkin berkenaan dengan hal tersebut, menjawab setiap pertanyaan, menemukan tingkat kesulitan masing-masing, dan mencari kaitan antara satu dengan yang lain. Hal itu bermanfaat untuk menentukan skala prioritas. Barangkali terdapat hal-hal yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama. Mungkin ada yang dapat ditunda. Mungkin juga, ada yang harus segera dilaksanakan. Dengan dasar pemikiran seperti ini, kita dapat menentukan tujuan pribadi, langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut, dan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan tujuan itu. Proses demikian akan memberikan umpan balik baginya untuk menilai kembali langkah-langkah yang kurang tepat, sehingga nantinya ia mampu melakukan penyesuaian atau perubahan atas langkah-langkah yang kurang tepat itu. 2. Menghargai diri sendiri 3. Menentukan standar 4. Membuat daftar apa dan siapa yang dapat membantu Perencanaan yang baik pun mengandung deskripsi pertolongan yang dibutuhkan. Di sini, perlu ditentukan siapa yang dapat membantu, sejauh mana bantuan yang dapat diberikan, dan apa saja yang dapat diperoleh. Perlu diingat, pertolongan di sini harus dikaitkan dengan tujuan yang hendak dicapai. Mengembangkan diri melalui perencanaan di satu sisi mungkin akan menghabiskan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan hal-hal terkait lainnya. Namun sebenarnya perencanaan akan banyak menghemat banyak hal, yang meningkatkan efisiensi dalam proses pengambilan keputusan yang berkenaan dengan pengembangan potensi diri. Tanpa perencanaan menjadikan kita tidak mempunyai pedoman yang jelas, orientasi yang tidak fokus, serta berdampak kepada ketidakjelasan langkah-langkah yang harus ditempuh. Perencanaan menjadikan semua tindakan tertata rapi menuju tujuan yang diinginkan, dan merupakan salah satu kunci menuju pencapaian puncak karir. <BISNIS INDONESIA> * Managing Partner The Jakarta Consulting Group |
|