|
||||||
.: PUBLICATIONS :. Articles |
REORIENTASI KARIR Krisis ekonomi yang melanda negara kita telah merombak tatanan industri yang ada. Industri perbankan misalnya akan terpangkas, dan artinya lapangan kerja yang berisi jabatan dan profesi perbankan ikut terpangkas pula. Dengan sendirinya jalur karir di bidang perbankan ikut pula menyempit. Perbankan hanyalah salah satu contoh. Banyak bidang lainnya yang terpangkas, sementara bidang yang lain justru tumbuh. Agribisnis, misalnya. Terjadilah migrasi karir. Jika Anda menjadi salah satu yang ikut dalam migrasi karir ini, persiapkan diri Anda dengan baik. Anda harus melakukan reorientasi karir. Krisis ekonomi adalah salah satu pemicu perubahan. Krisis adalah sebuah perubahan. Perubahan yang bersifat tiba-tiba dan berlangsung cepat, serta tanpa direncanakan dan dikehendaki. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan, atau pembangunan. Perubahan tersebut memang diharapkandan direncanakan dengan baik dan terjadi secara bertahap. Dalam pengembangan karir, kadang-kadang kiat harus melakukan ‘banting setir’ dari jalur karir kiat sebelumnya, yang dilakuakan d3engan kesadran penuh, terencana dan sesuai dengan tujuan ayang dinginkan. Tapi ada kalanya kita dipaksa untuk melakukan ‘banting setir’, karena situasi yang memang berubah dan kita tidak dapat menghindarinya. Anda harus bersiap diri untuk melakuakan reorientasi karir.
Mengubah orientasi dalam berkarir membutuhkan semangat, kesabaran dan komitmen yang kuat, karena dalam pekerjaan sebelumnya telah tertanam sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang telah membentuk kebiasaan kita dalam berpikir, mengambil keputusan dan bertindak. Dan merubahnya bukanlah perkara yang mudah. Anda harus menyiapkan ‘mental set’ dengan membuka diri dan bersikap lebih fleksibel dalam menghadapi ‘dunia baru’ yang akan anda raih. Perlu dilakukan langkah-langkah yang terencana dan berkesinambungan. Pertama kali Anda harus menetapkan tujuan yang realistik. Anda harus melihat kepada diri sumber daya yang dimiliki, seperti ketrampilan, pengalaman, finansial dan networking. Kemudian tujuan yang telah ditetapkan hendaknya dijabarkan secara lebih spesifik. Anda harus melakukan sebuah perencanaan jangka panjang, dan kemudian dipecah-pecah menjadi action plan yang berjangka satu bulanan. Dengan sendirnya Anada harus membuat sasaran jangka pendek untuk tiap action plan tersebut. Perencanaan yang baik dapat dilakukan dengan memecahnya menjadi batu-batu loncatan, sehingga kita dapat menghargai keberhasilan-keberhasilan kecil. Motivasi merupakan kunci utama dalam mendorong anda melakukan tindakan nyata. Temukan motif-motif untuk mencapai tujuan tersebut, agar menimbulkan motivasi yang kuat untuk mencapainya. Dengan sendirinya motif ini akan melibatkan emosi, merasa senang jiak berhasil dan sedih jika gagal. Sehingga Anda harus mempunyai “tabungan emosi” berupa kesabaran, ketekunan dan kesiapan jika mengalami kegagalan, agar tidak mudah terjebak rasa putus asa. Kuatkanlah komitmen terhadap tujuan karir Anda. Komitmen yang tinggi dibentuk bukan hanya dari diri sendiri, tapi juga dari lingkungan terdekatnya seperti keluarga, teman atau kekasih, untuk menambah ‘energi’ Anda. Agar dapat lebih terlibat secara emosional dan dapat merangsang pikiran kita, lakukan imajinasi dan visualisasi. Proses kreatif sering timbul jika kita melakukan imajinasi dan visualisasi, sehingga timbul ide-ide segar yang akan membantu usaha kita. Dan yang paling penting adalah melaksanakan rencana-rencanayang telah dibuat. Jangan ditunda-tunda.
Jangan terbawa emosi yang bersifat negatif, yang cenderung menolak kenyataan. Terimalah kenyataan dan berpikirlah positif dan bersikap optimis. Mulailah untuk menumbuhkan minat, karena minat adalah jembatan terbaik untuk menuju “dunia” karir yang lain. Salah satu hal terpenting dalam menerima kenyataan adalah kemauan “mulai dari awal” bagi jalur karir yang baru. Termasuk di dalamnya keterbukaan untuk menerima peluang-peluang baru meskipun harus diawali dengan masuk ke posisi yang lebih rendah. Yang harus menerima kenyataan bukan hanya diri anda sendiri, tapi juga keluarga anda. Berikan perasaan aman kepada keluarga dalam masa krisis dan mempersiapkan sikap mental mereka. Manfaatkanlah networking yang telah dibina selam ini. Terapkan 4-I network. Pertama, lakukan inventarisasi. Anda mesti menginventarisasikan semua networking yang telah kita miliki. Kedua, identifikasi. Yaitu mengindentifikasi kontribusi yang dapat diberikan dalam mendukung langkah-langkah kita dalam mencapai tujuan. Ketiga, informasi. Langkah ini adalah memanfaatkan mereka sebagai sumber informasi untuk mendukung dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.. Dan langkah berikutnya adalah langkah implementasi, yaitu memanfatkan network untuk mendukung realisasi dari rencana-rencana kita. Lakukan semua ini dengan ringan hati dan tidak menyalahkan keadaan. Kesiapan mental untuk menjadi ‘murid’ dalam jalur karir yang baru mesti dipupuk. Sikap rendah hati dalam arti bersedia untuk belajra hala-hal yang baru merupakan kunci untuk berprestasi dalam bidang yang baru. <BISNIS INDONESIA> * Managing Partner The Jakarta Consulting Group |
|