.: PUBLICATIONS :.
Articles
|
WANITA DAN KARIR A.B. Susanto*
Dalam dekade terakhir ini terlihat bahwa wanita semakin berperan dalam berbagai bidang. Perkembangan itu memperlihatkan bahwa wanita telah memperoleh kesempatan berdasarkan kemampuannya untuk menjalankan perannya seluas-luasnya baik sebagai ibu rumah tangga maupun wanita karier.
Salah satu kendala utama yang selalu menyertai perjalan karir mereka dalah masalah peran sosial dalam masyarakat. Dalam suatu tatanan masyarakat selau melekat status dan peran yang harus dimainkan, termasuk di dalamnya peran sosial seorang wanita. Dalam tiap peran tersebut terdapat harapan-harapan tertentu, yang kadang-kadang antara suatu peran dan peran lainnya berseberangan sehingga terjadi konflik peran.
Secara garis besar peran sosial wanita dapat dikelompokkan pada tiga kelompok utama, yaitu:
-
Sebagai Ibu Rumah Tangga
Peran ini terdiri dari peran seorang istri dan seorang ibu. Sebagai seorang istri ia bertugas mendampingi dan men-“suppot” suami, sedangkan sebagai ibu ia bertanggung jawab untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Peran dalam rumah tangga ini sering diistilahkan dengan “twenty-four-hours-a day-job”.
Beberapa wanita memandang peran ini sebagai tugas yang paling penting, dan merupakan prioritas yang utama dari segala peran yang dimiliki. Semua perhatian dan kasih sayang yang dimiliki dilimpahkan kepada suami dan anak-anak. Lebih jauh lagi, mendidik putra-putrinya dengan baik menjadi tujuan utama hidupnya. Namun, banyak wanita masa kini yang beranggapan bahwa tugas dan tanggung jawab untuk mengelola rumah tangga serta membesarkan dan mendidik anak-anak bukan semata-mata menjadi tugas wanita, melainkan menuntut pria pun berperan aktif, sehingga konsep kemitrasejajaran dapat diwujudnyatakan dalam kehidupan berumah tangga. Dengan demikian, wanita pun mempunyai kesempatan untuk mengaktualisasiksan dan mengembangkan kemampuannya baik di sektor formal maupun informal.
-
Sebagai Profesional /Eksekutif
Dengan latar belakang pendidikan, kemampuan, dan pengalamannya seorang wanita yang berkomitmen untuk meniti karier berupaya mengembangkan diri seluas-luasnya untuk mencapai hasil maksimal pekerjaannya. Segenap energi yang dimiliki dicurahkan untuk mencapai tujuan menjadi yang terbaik. Dalam konteks ini sang wanita sudah meninggalkan pandangan konservatif dan siap untuk tampil dalam citra profesional. Kegiatan di luar rumah, bahkan sampai malam hari, menjadi hal yang lumrah. Ia siap untuk memainkan peran gandanya.
Kondisi ini didukung oleh perkembangan dunia profesional, dengan memberikan banyak kesempatan wanita untuk menunjukkan kemampuannya. Misalnya bidang pemasaran yang banyak mempergunakan wanita sebagai ujung tombaknya, dengan asumsi keramahan, keluwesan, kepandaian berkomunikasi, dan penampilan wanita yang menarik dapat membuat produk-produk yang ditawarkannya pun menjadi menarik. Atau, pada perkembangan information technology (IT) yang menghadirkan berbagai prasarana berbobot ringan memungkinkan kaum wanita dengan ketelitian dan pemikirannya yang handal dapat memasuki dan menguasai berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan IT.
- Sebagai Pengusaha
Keanggotaan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) yang cukup banyak merupakan suatu indikasi jelas yang membuktikan bahwa banyak wanita memiliki jiwa wiraswasta (entrepreneur) dan mereka berhasil membangun usaha sendiri. Pada umumnya kaum wanita dapat membangun usaha sendiri ini berawal dari usaha yang dikembangkan sebagai industri rumah tangga, pendidikan profesi, perusahaan keluarga, atau karena pengalaman dalam pekerjaannya Sebut saja Ibu Mooryati Soedibyo yang mengawali kiprahnya di bidang jamu dan kosmetik tradisional Indonesia sebagai home industry, kini berhasil mengembangkan usahanya hingga menjadi sebuah korporat megah dengan produk-produk yang berjaya bukan hanya di pasar dalam negeri melainkan juga di mancanegara.
Bidang-bidang usaha yang dijalani tidak terbatas hanya kemampuan kodrati wanita seperti usaha kosmetika, garmen, catering, salon, namun sudah merambah pada bidang-bidang usaha yang sebelumnya tidak pernah atau belum ditangani oleh wanita, seperti agen penjualan pesawat terbang, bidang konstruksi, perkapalan, dan lain-lain.
Kenyataan ini membuktikan bahwa kemampuan mengorganisir perusahaan yang selama ini dianggap hanya dapat dilakukan kaum pria, ternyata kaum wanita pun mampu memperlihatkan diri dapat menanganinya dengan baik.
Ketiga kelompok peran tersebut di atas secara nyata memperlihatkan bahwa wanita masa kini telah berhasil menembus kungkungan tradisi dan tampil secara mengesankan mengembangkan segala kemampuan yang dimiliki, tanpa takluk oleh perbedaan gender. Selain itu, peran ganda bukan merupakan hal yang tabu atau sulit untuk dilakukan. Wanita dengan penuh percaya diri dapat menempatkan diri dengan satu kaki di dalam rumah tangganya sendiri dan satu kaki lagi menggeluti karier secara optimal. Keduanya melangkah seiring menuju pencapaian prestasi maksimal.
Salah satu faktor yang memungkinkan wanita masa kini dapat memainkan peran gandanya secara baik adalah, di samping peningkatan pendidikan kaum wanita, menurunnya jumlah anak yang dimiliki, yang memungkinkan kaum wanita memperoleh kesempatan yang lebih leluasa untuk menjalankan aktivitas di luar rumah atau pun mengembangkan karier.
Faktor lain yang menjadi penunjang penting kesuksesan wanita masa kini adalah adanya dukungan keluarga secara signifikan terhadap perkembangan kariernya. Dalam artian, anggota keluarga lainnya dapat merelakan sebagian besar waktu sang wanita untuk urusan di luar rumah. Bukan itu saja, dukungan pun dapat bersifat langsung. Misalnya suami menjemput istrinya di kantor, anak-anak membantu menyelesaikan pekerjaan ibu mereka, dan berbagai dukungan moril lainnya.
Dalam hal ini bukan berarti semua wanita masa kini harus menjalankan peran ganda. Barangkali tidak semua wanita harus berkarier. Ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai pegangan dalam mengambil keputusan menyangkut peran ganda ini.
- Apakah kariernya berhasil dan dirasakan cukup sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikan ?
- Dapatkah dia mengatasi berbagai permasalahan dan 'tekanan' berkaitan dengan peran ganda yang harus di jalankan?
- Apakah suami/calon suami atau anggota keluarga mendukungnya dalam berkarier ?. Sangatlah penting untuk
meminta komitmen mereka terhadap keputusan yang telah diambil .
- Apakah keluarga, perusahaan, rekan-rekan kerja, dan anak buah memahami dan memaklumi kondisi Anda sebagai
seorang ibu rumah tangga?
- Apakah sering melakukan kesalahan di dalam pekerjaan?
- Apakah kurang memberikan perhatian kepada suami, anak, atau anggota keluarga lainnya?
- Apakah sudah yakin bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan pribadi yang sangat penting dan dilakukan secara profesional?
Pengetahuan akan eksistensi diri seorang wanita berdasarkan kebutuhan, peran, dan tanggung jawabnya membuat ia dapat mengenal dirinya sendiri, yaitu ia dapat mengetahui apa saja yang menjadi kelebihan dan kelemahan, yang selanjutnya dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk mengaktualisasikan diri seluas mungkin.
Mengenal diri sendiri, sebagaimana yang dikatakan Socrates “Kenalilah dirimu sendiri”, dapat mengarahkan wanita untuk membuat pilihan dan komitmen: apakah ia akan menjalani hidup berumah tangga secara utuh? Ataukah berkomitmen penuh untuk berkarier? Ataukah kedua hal itu dilaksanakan secara serasi dan seimbang?
The choice is yours but you have to make decision. Harus dibuat keputusan dari berbagai keinginan yang ada, dan melaksanakan yang paling mungkin untuk dilakukan. Dan ketika keputusan itu sudah dibuat , maka harus dilaksanakan dengan konskuen dan dengan komitmen penuh. <BISNIS INDONESIA>
* Managing Partner The Jakarta Consulting Group
|