logo
  
   

.: PUBLICATIONS :.

Articles
Brand & Marketing
Balance Scorecard
Career
Corporate Identity
Corporate Culture
Family Business
Holding
Human Resources
Leadership
Oil & Gas
Organization Development
Quality
Soft Skill
Strategy
Others



Menggapai Impian di Tengah Krisis
A.B. Susanto*


Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Power words ini mendorong kita untuk mempunyai mimpi. Layaknya sebuah mimpi ini tentu jauh dari kenyataan pada saat ini. Mimpi itu untuk membakar ’api’ motivasi dalam dada. Tapi seberapa tinggi mimpi itu harus digantungkan agar motivasi tetap terpelihara?

Mimpi adalah tujuan jangka panjang, mirip sebuah visi. Untuk mencapainya diperlukan tonggak-tonggak  (milestones), yang tentu saja harus realistik. Demikian pula bagi sebuah karir.

Kunci untuk membuat tujuan jangka pendek dan jangka menengah untuk sebuah  karir adalah SMART: Specific, Measurable, Achievable, Realistic dan Timely. Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah ini, tetapi untuk menyusun sebuah tujuan karir terasa sangat menarik.

Kata pertama, specific, berarti dalam merumuskan tujuan, mesti dijabarkan secara rinci. Janganlah hanya bersifat umum saja. Misalnya meningkatkan network. Pernyataan ini terlalu umum. Harus dijabarkan katakanlah menjadi mengikuti pertemuan organisasi profesi setiap bulannya. Demikian pula jangan hanya ’meningkatkan Bahasa Inggris’, tetapi misalnya mengikuti conversation class di Lembaga X.

Kedua, haruslah measurable. Tujuan haruslah merupakan sesuatu yang konkrit dan dapat diukur seberapa besar kemajuannya. Misalnya, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui peningkatan TOIEC, katakanlah meningkat 100 poin.

Ketiga, achievable. Tujuan ini haruslah masuk akal dan jangan menyia-nyiakan diri terjerambab dalam jurang kegagalan. Artinya, perhitungkan resiko kegagalan dalam porsi yang moderat. Jika ingin melanjutkan studi, sementara Anda bekerja dan sudah berkeluarga perhitungkan waktu tersedia sehingga Anda dapat memperkirakan secara tepat berapa lama studi itu dapat Anda selesaikan.

Keempat, realistic. Jujurlah pada diri sendiri. Pikirkan segala kondisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, bersikaplah realistis dalam menetapkan tujuan berdasar kondisi pada saat ini.

Kelima, timely. Tujuan mesti mempunyai tenggat waktu, dan jangan terlalu jauh ke depan. Pola ini perlu dilakukan agar kita dapat memfokuskan diri dalam mencapai tujuan. Karena tanpa tenggat waktu tidak ada sense of urgency, tidak ada alasan untuk mengambil tindakan saat ini.

Tujuan itu harus dituliskan. Buatlah menjadi semacam kontrak psikologis dengan diri Anda. Jika Anda telah mencapai tujuan yang telah dituliskan itu, berilah reward terhadap diri Anda sendiri. Sebaliknya jika Anda tidak mencapai “hukumlah” diri Anda sendiri.

Beritahukan tujuan itu kepada lingkungan sosial terdekat, keluarga, pacar, teman, atau siapa saja yang dekat dengan Anda. Ciptakan suasana psikologis agar Anda selalu teringat jika bertemu mereka, dan merasa malu bila Anda tidak melakukannya. Jika perlu berilah semacam penanda terhadap tujuan itu. Misalnya, menempelkan power words di dinding kamar yang dapat diasosiasikan dengan tujuan Anda.

Berikutnya Anda dapat memecah tujuan besar menjadi tugas-tugas kecil yang lebih mudah dijangkau. Kaitkan hari-hari penting Anda, ulang tahun diri Anda, ulang tahun pacar atau ulang tahun pernikahan.

Namun harus diingat tujuan pengembangan karir bukanlah sekedar mengembangkan kompetensi untuk meningkatkan kemampuan diri. Ibaratnya Anda tidak boleh banyak mengembangkan produk tanpa ada upaya untuk memasarkannya. Inilah yang tidak boleh terlewatkan: memasarkan diri sendiri.

Dalam dinamika lingkungan karir yang semakin kompetitif, Anda harus mengikuti gelombang besar kecenderungan dalam dunia karir: mengemas diri Anda layaknya sebuah produk dan memasarkan secara terencana, sistematis, dan proaktif.

Langkah-langkah apa yang mesti disiapkan? Pertama, memahami Anda sendiri. Kedua, memahami ”pasar” tempat Anda berkarir. Ketiga, memahami siapa yang akan menerima jasa Anda.

Dalam memahami diri tentu yang paling penting adalah mengevaluasi kelebihan dan kekurangan. Pertimbangkan dan pikirkan dari poin-poin itu mana saja yang dapat disodorkan sebagai keunggulan kompetitif Anda dalam persaingan. Temukan sisi-sisi dari diri Anda yang menarik bagi ”pemakai” jasa Anda. Temukan ”brand” Anda. Pilih ciri-ciri yang merupakan kelebihan Anda dibanding orang lain.

Pahami dengan baik ”pasar” Anda. Apakah yang dibutuhkan oleh industri? Bagaimana kecenderungannya? Bagaimanakah kompetisinya? Adakah kebutuhan-kebutuhan spesifik untuk profesi atau jalur karir Anda?. Dalam menghimpun informasi ini tidak hanya dari informasi yang terpublikasi tetapi yang penting juga dari network Anda.

Tentu saja Anda tidak boleh melewatkan siapa yang akan memakai jasa Anda. Telusuri perusahaan-perusahaan yang kemungkinan membutuhkan Anda di satu sisi, dan di sisi yang lain Anda juga mempunyai minat. Cermati dengan baik bagaimana visi dan budaya yang hidup dalam perusahaan itu. Apakah Anda sudah sepakat dengan visi mereka dan merasa cocok dengan budaya mereka? Kesamaan visi dan kesesuaian budaya (cultural fitness). Karena kedua faktor ini sangat menentukan kesuksesan berkarir di perusahaan tersebut.

Layaknya sebuah aktivitas pemasaran, Anda harus memiliki marketing kit. Dan marketing kit yang utama bagi Anda adalah CV Anda. Tuangkan pengalaman Anda terutama kekuatan yang terkait dengan posisi yang sedang Anda inginkan. Usahakan tidak terlalu panjang, enak dibaca, dan sistematis.

Dan salah satu titik yang paling krusial adalah dalam proses interview. Interview mirip dengan ”ujian”, seberapa jauh CV Anda berkata yang sebenarnya tentang diri Anda. Siapkan jawaban-jawaban yang bertumpu kepada tiga pertanyaan dasar: dapatkah Anda bekerja dengan baik, bagaimana Anda dapat mengerjakannya dengan baik, dan terakhir bagaimana Anda memenuhi harapan perusahaan.

Selamat menggapai impian! <Male Emporium>


* Managing Partner The Jakarta Consulting Group