logo
  
   

.: PUBLICATIONS :.

Articles
Brand & Marketing
Balance Scorecard
Career
Corporate Identity
Corporate Culture
Family Business
Holding
Human Resources
Leadership
Oil & Gas
Organization Development
Quality
Soft Skill
Strategy
Others



Pasang Mata Buka Telinga


Pada waktu kita berjalan-jalan di sebuah mal, begitu banyak barang yang bagus di beberapa tempat yang berbeda. Ada perasaan untuk memilikinya, tapi kadang keraguan meliputi diri kita. Apakah kualitasnya baik, apakah saya pantas memakai barang tersebut. Sampai bahkan bisa jadi, keraguan itu membuat kita mematikan rasa ingin memilikinya. Jika kita hanya melihat dan melewatinya saja, kita tidak akan tahu apakah barang itu benar-benar bagus. Caranya adalah kita datangi toko tempat barang itu berada, bertanya kepada penjaga toko mengenai keterangan barang itu, memegang serta mengamatinya, mencari tahu kemampuan kita untuk membelinya, barulah kita tahu apakah sesuai dengan yang kita bayangkan.

Peluang karir ibarat seperti barang bagus yang ada di mal itu. Dia bisa kita lewati saja, bisa kita beli tapi jika tanpa perhitungan akan mengecewakan. Ada beberapa faktor mengapa  kita melewati peluang yang ada :

  1. Perasaan sudah ‘kerasan’ di tempat kita bekerja sekarang 
  2. Rasa aman dan kepercayaan yang sudah kita dapatkan dari lingkungan kita bekerja
  3. Rasa takut dan khawatir membayangkan perubahan yang akan terjadi
  4. Ketidaksiapan dalam diri kita untuk menerima resiko di tempat yang baru
  5. Pengaruh dari rekan kerja yang menghalangi dan membayangi kita dengan akibat-akibat buruk yang akan terjadi.

Peluang tidak akan datang sendirinya dan tidak datang kepada orang yang tidak mempunyai keahlian apapun. Setiap individu memiliki potensi yang sudah ada pada dirinya. Tapi masalahnya adalah sering kali hal ini juga tidak disadari. Potensi tersebut sebenarnya merupakan kunci kesuksesan kita. Dengan demikian sangatlah penting bagi kita agar menyadari potensi yang ada dan  mengaktualisasikan  potensi itu  untuk mengembangkan karir kita.

Faktor-faktor penghambat di atas dapat dikurangi  dengan rasa percaya diri yang kita miliki dan kiat kembangkan, serta kesiapan kita untuk berkarir. Dengan demikian, kita perlu beberapa hal di bawah ini. 

Pertama, menyadari bahwa perubahan dalam kehidupan selalu terjadi dan kita harus siap untuk itu. Kedua, kita bisa mengantisipasi perubahan itu, dengan memperhatikan perubahan-perubahan yang ada, bukan menghindarinya. Ketiga, sesuaikan  dengan potensi yang ada pada diri kita dengan cepat. Keempat, jangan biarkan kegagalan masa lalu menghalangi langkah baru kita. Kelima, hindari rasa kekhawatiran dalam diri kita pada apa yang akan terjadi nanti. Tentu saja bukan berarti tanpa perhitungan. Kelima, setelah merasa yakin bersiaplah untuk berubah dengan cepat dan menikmati peluang itu.

Setelah masuk ke dalam peluang baru. Rasa optimis kesuksesan juga merupakan faktor berikut yang perlu menjadi perhatian kita. Dimulai dengan percaya pada kekuatan diri sendiri untuk melakukan apa yang ada dan yang diharapkan orang lain. Buatlah diri Anda agar mencintai pekerjaan Anda. Siapkan strategi baru dan juga cadangan-cadangan strategi lainnya jika pada kenyataannya, Anda mengalami perubahan-perubahan. Jika salah satu perubahan itu menjadi rintangan bagi Anda, anggaplah hal itu sebagai cambukan untuk lebih giat mencapai kesuksesan, bukan meruntuhkan semangat Anda. Tahap ini merupakan tahapan di mana Anda menguasai peluang yang Anda jalankan. Selamat berjuang … ! <Male Emporium>