logo
  
   

.: PUBLICATIONS :.

Articles
Brand & Marketing
Balance Scorecard
Career
Corporate Identity
Corporate Culture
CSR
Entrepreneurship
Family Business
Holding
Human Resources
Leadership
Oil & Gas
Organization Development
Quality
Reputation Management
Soft Skill
Strategy
Others



Pentingnya Orientasi Karir
Himawan Wijanarko*


Ketika Anda mulai memasuki dunia kerja untuk pertama kali sudahkah terbayangkan kelak ketika usia memasuki senja, jabatan apakah yang anda pegang? Tentu hal ini tidak mudah karena dua puluh atau tigapuluh tahun lagi situasi mungkin sudah berubah sama sekali. Meramalkan jabatan apa saja yang akan kita pegang selama perjalanan hidup kita memang tidak mudah. Kita tidak akan pernah mengetahui ‘ujung’ dari perjalanan karir kita, karena perubahan yang demikian cepat. Perubahan yang cepat menjadikan asumsi-asumsi yang kita pakai untuk meramalkan masa depan menjadi tidak sesuai lagi.

Pada waktu kita masih anak-anak, jika kita ditanyai mengenai apa cita-cita kita maka jawabannya sering kali sangat tipikal, seperti dokter, insinyur, petani. Jika seorang ABG ditanya tentang karirnya mungkin karir yang menarik kemungkinan terbesar adalah menjadi  penyanyi, pemusik, peragawati, foto model atau olahragawan. Ketika menginjak dewasa pilihan karirnya akan semakin realistis sesuai dengan situasi lapangan kerja yang ada dan kemampuan yang dimiliki. Cita-cita, harapan dan keinginan berkaitan dengan karir akan selalu berubah seiring dengan kedewasaan dan pengalamannya.       

Seringkali kita juga menjumpai orang-orang yang sukses dalam karir tetapi tidak sesuai dengan pendidikan yang ditempuhnya. Seorang dokter yang menjadi manajer  pemasaran. Dan masih banyak contoh lainnya. Lantas bagaimana kita mengetahui kita akan melangkah kemana? Yang  terpenting adalah orientasi karir. Orientasi karir mungkin tidak secara spesifik menyebut jabatan tertentu karena kita tahu seiring dengan situasi ekonomi  yang berubah dengan cepat, maka posisi-posisi yang tersedia di lapangan kerja juga berubah, dan seringkali tidak dapat kita prediksi. Dengan orientasi karir yang jelas kita tidak akan kehilangan akal karena sudah mengetahui bayangan mengenai jalur karir kita. Orientasi karir menjadi semacam grand design bagi karir kita.

Bagaimana cara mengeksplorasi orientasi karir kita? Pertama yang harus dilakukan adalah mengeksplorasi riwayat karir kita, yang dimulai dari jabatan yang kita pegang pada saat ini. Tuliskan tugas-tugas pokok yang anda pegang pada posisi saat ini. Kemudian bertanyalah pada diri anda sendiri, apa yang menjadi tujuan paling utama ketika Anda memangku jabatan dua tahun terakhir ini. Apakah masalah finansial, status sosial, pengembangan diri dan lain-lain. Kemudian galilah bidang-bidang kekuatan yang anda anggap relevan dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan tersebut. Sebaliknya juga identifikasi bidang-bidang yang anda anggap sebagai kelemahan dan mengganggu pencapaian tujuan tersebut.

Kemudian lakukanlah analisa terhadap karir anda. Pelajari prestasi-prestasi utama apa yang anda raih dalam karir anda selama ini. Dari prestasi-prestasi yang anda capai itu anda dapat merasakan suatu benang merah diantara prestasi-prestasi itu. Prestasi merupakan sebuah pucuk dari kemampuan, keterampilan, pengetahuan dan sikap anda. Jika anda merangkai diantara pucuk-pucuk prestasi itu maka akan terbentuk suatu jalur prestasi, yang menggambarkan kemampuan dan minat Anda.

Kemudian telusuri dalam menjalani karir selama ini, apakah yang anda lihat sebagai kekuatan maupun kelemahan. Di sini anda akan melihat karakteristik pribadi yang dapat anda tengarai sebagai kekuatan anda dalam berkarir, misalnya jika anda berkarir di bidang pemasaran atau penjualan anda menemukan bahwa kepribadian anda yang ekstrovert, ramah, suka bergaul dan banyak teman merupakan penunjang karir anda atau anda menyadari bahwa ketekunan, keseriusan yang dimiliki ternyata sangat menunjang karir anda menjalankan profesi akuntan. Demikian juga ada identifikasi yang berkaitan dengan karakter pribadi yang dapat mengganggu karir anda. Anda harus menelisik lebih jauh kompetensi yang merupakan kekuatan anda, dan sebaliknya juga mengidentifikasi kompetensi yang menurut Anda kurang.

Persoalan berikutnya yang harus anda pelajari adalah kepuasan dalam berkarir. Karena kepuasan ini menunjukkan sejauh mana minat anda, serta dapat memacu motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Salah satu hal yang terpenting adalah menggali aspirasi karir anda. Tanyakanlah pada diri anda sendiri apa pekerjaan selanjutnya yang ingin anda capai dalam perusahaan anda sekarang.

Penelusuran terhadap apa yang telah kita raih, kemudian bagaimana perasaan kita terhadap rangkaian pekerjaan yang telah kita lalui akan menggiring pada sebuah kesimpulan: dimanakah sebenarnya minat kita dan bagaimanakah kemampuan kita. Jika telaah ini dilengkapi dengan kajian mengenai apa yang sebenarnya ingin kita raih di masa depan, tahulah kita mengenai orientasi kita. Jika kita sudah paham mengenai orientasi karir kita, kita dapat mengayunkan langkah-langkah dalam meniti karir lebih mantap. <Suara Indonesia>


*GM Strategic Services The Jakarta Consulting Group