I FamBiz
      Home About Us Membership Sitemap Contact Us
             
 

Publications:




Article

Family Governance

17 February 2009 14:15

Majalah Eksekutif

Good Corporate Governance dalam Perusahaan Keluarga
A. B. Susanto*

Corporate Governance dapat dipakai sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan pola manajemen yang bermutu “world class” dan dapat berdiri sejajar dengan korporasi manapun di dunia. Bagaimana penerapannya dalam perusahaan keluarga?
Mari kita telusuri makna dari Good Corporate Governance. Kata governance berasal dari kata Latin gubernare yang berarti menyetir atau mengarahkan. Pada dasarnya Corporate Governance mengarahkan perhatian pada peningkatan kinerja korporasi (corporate performance) melalui supervisi atau monitoring dari kinerja manajemen dan sekaligus memastikan akuntabilitas manajemen kepada pemegang saham dan stakeholders lain. Corporate Governance merupakan upaya memotivasi manajemen untuk meningkatkan keberhasilan (effectiveness) dan sekaligus juga mengendalikan perilaku manajemen agar tetap mengindahkan kepentingan stakeholders, dalam kerangka yang sudah disepakati bersama.
Dalam mengarahkan, sebaiknya tidak dibuat rancu dengan keterlibatan setiap hari dalam manajemen. Directing di sini berarti membentuk arah strategis perusahaan di masa mendatang, keterlibatan dalam keputusan-keputusan yang sulit dicapai secara alami, keterlibatan dalam alokasi atau realokasi sumber-sumber finansial yang penting (misalnya keputusan-keputusan investasi besar) dan sumber-sumber lain (misalnya SDM) seperti pemilihan CEO, serta keterlibatan dalam keputusan-keputusan yang berlatar belakang preseden dan/atau sulit diputarbalikkan. Singkatnya, directing berarti terlibat dalam keputusan-keputusan yang strategis.
Controlling dalam GCGberarti supervisi kinerja manajemen dan monitor kemajuan terhadap tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan. Sedangkan accounting for berarti tanggung jawab terhadap tuntutan akuntabilitas resmi di pihak perusahaan (stakeholders). Sebagaimana di perusahaan yang dikontrol keluarga, isu perlakuan yang sama dari anggota keluarga yang ada di dalam dan di luar perusahaan sering berperan penting, sehingga pertanggungjawaban menjadi sangat penting.
Secara umum Corporate Governance meliputi empat hal pokok (sesuai dengan konsep OECD): yaitu fairness, transparency, accountability dan responsibility. Pimpinan usaha harus dapat menunjukkan keadilan dalam membagi hasil kepada pemegang saham, untuk itu harus ada keterbukaan informasi kepada pemegang saham dan stakeholders mengenai berbagai kebijaksanaan, berikut harus jelas siapa yang akuntabel dalam pelaksanaan suatu kebijaksanaan, serta bagaimana tanggung jawab para pelaksana terhadap pelaksanaan amanat yang diembankan. Eksekutif perlu mendapat cukup wewenang (delegated authority) untuk dapat mengembangkan usaha secara berhasil.
Untuk itu perlu dikembangkan mekanisme yang dapat mengendalikan korporat secara efektif dan sekaligus juga menjaga bahwa kepentingan shareholders dan berbagai stakeholders lain diperhatikan dengan baik.
Untuk menjadi perusahaan berkelas dunia, perusahaan keluarga memulai dengan tujuan-tujuan keluarga dan perusahaan, dan selanjutnya secara harmonis mengkombinasikannya dengan fokus good corporate governance,yaitu accountability.
Corporate governance structure dalam perusahaan keluarga pada umumnya mencakup elemen-elemen sebagai berikut: keluarga dan pranata-pranatanya, seperti family assembly, family council, dan shareholders’ committee; dewan direksi; manajemen puncak (executive committee).
Tugas menangani isu-isu corporate governance tentu saja menjadi tanggung jawab pemilik perusahaan, yaitu keluarga. Dengan semakin luasnya cakupan keluarga yang terlibat, dan semakin banyaknya anggota keluarga yang pindah dari perusahaan, tugasnya sebagian besar beralih kepada dewan yang di perusahaan keluarga juga didominasi oleh keluarga. Penanggung jawab governance lainnya adalah manajemen puncak atau komite eksekutif.
Corporate governance biasanya belum banyak diterapkan di perusahaan keluarga. Kebutuhan terhadap mekanisme tersebut menjadi penting tatkala perusahaan telah mencapai tahap ‘saudara sepupu’ yang berarti keluarga telah berkembang menjadi cukup jauh dari perusahaan, sehingga perekat mekanisme governance menjadi penting.

Governance Structure diPerusahaan Keluarga
Pada umumnya tugas dan kewajiban seseorang dalam bisnis keluarga adalah karena ditunjuk oleh keluarga atau berdasarkan nasihat dan anjuran yang diberikan mengenai stuktur dasar dari bisnis keluarga.
Biasanya ada tiga kelompok struktur dasar yang dibutuhkan oleh bisnis keluarga, yaitu Family Council, Audit Committee, Advisory Council. Family Council biasanya dilakukan oleh konsultan manajemen perusahaan yang bertugas untuk menjadi penasihat, peredam konflik dan melakukan pelatihan dan konseling. Family Council ini dibutuhkan untuk mengubah struktur organisasi bisnis keluarga yang biasanya masih belum sesuai dengan standar perusahaan yang seharusnya, dan juga untuk meredam atau menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi dalam bisnis keluarga. Audit Committee dibutuhkan oleh bisnis keluarga yang biasanya berasal dari konsultan manajemen dengan spesialisasi audit. Manfaat komite audit ini adalah untuk mengaudit bisnis keluarga, apakah sesuai dengan standar yang berlaku dan mengetahui juga kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan Advisory Council dibutuhkan bila bisnis keluarga tersebut memerlukan bantuan dalam bidang hukum, juga hal-hal yang menyangkut perjanjian, pembagian saham, suksesi dan lain-lain.

Enam Langkah Menuju Good Corporate Governance
Yang dimaksud dengan corporate governance adalah bagaimana cara kita menggunakan perusahaan sebagai manajemen praktis sehari-hari. Dengan kata lain, arti dari corporate governance adalah suatu struktur sistem yang mengarahkan, mengontrol dan dapat dipertanggungjawabkan. Agar sebuah perusahaan dapat berjalan dengan baik, maka perusahaan itu harus memiliki suatu sistem yang baik dan baku.
Untuk mencapai good corporate governance, dapat dipraktekkan enam jurus yaitu selection of manager, integrity of management, responsibility of management, accountability of audit committee, transparency on accounting reports, serta adherence to commitments and agreements made.
Jurus pertama, selection of manager, artinya sejak pertama kali memilih seorang manajer, perusahaan harus melakukannya secara baik dan benar, sebab seorang manager harus dapat memimpin dan mengelola perusahaan dan juga dapat menjadi contoh yang baik bagi bawahannya.
Jurus kedua integrity of management, berartiintegritas dan kesatuan dalam mengelola perusahaan sangat diperlukan. Menyamakan pendapat, visi dan misi dalam mengelola perusahaan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai adalah hal yang penting dalam manajemen suatu perusahaan. Komitmen yang tinggi dari para pemimpin dan dari perusahaan sangatlah penting untuk menyatukan persepsi dan tujuan.
Jurus ketiga, responsibility of management, maksudnya tanggung jawab terhadap apa saja yang telah dilakukan dalam mengelola perusahaan harus dijunjung tinggi. Oleh karena itu, dalam mengelola dan memutuskan segala sesuatu harus dipikirkan dengan seksama sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
Jurus keempat, accountability of audit committee, membahas mengenaiakuntabilitas pentingnya komite audit perusahaan. Tanpa akuntabilitas yang memadai, audit yang dilakukan bisa menjadi tidak sah sebab tidak sesuai dengan standar yang berlaku.
Jurus kelima transparency on accounting reports, menekankan pentingnya transparansi terhadap laporan keuangan dalam mengelola suatu perusahaan. Keterbukaan dan kejujuran merupakan modal awal untuk maju dan mencapai suatu tujuan. Tanpa kejujuran sejak awal, maka ketidakpercayaan dan konflik dapat terjadi.
Jurus terakhir, adherence to commitments and agreements made, menggarisbawahi bahwa komitmen dan perjanjian yang sudah dilakukan harus ditaati dan dijunjung tinggi. Sebab dengan menaati komitmen dan perjanjian, kepercayaan dan integitas kerja akan dapat ditingkatkan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Demikian pembaca Good Corporate Governance merupakan salah satu jalan bagi perusahan keluarga untuk menuju World Class Company.

* Managing Partner The Jakarta Consulting Group