• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

Memilah Selera Masal

SINDO WEEKLY

Himawan Wijanarko*

 

Salah satu ritual dalam memperingati Idul Fitri adalah dengan saling minta maaf dengan berjabat tangan. Kemudian sebagian dari kebiasaan ini digantikan oleh kartu ucapan. Seiring dengan perkembangan teknologi, kartu ucapan tergeser oleh SMS dan email. Kini banyak menyampaikan ucapan memakai Messenger macam BBM,Whatsapp.

Nah, tapi kini sebagaian orang merasa jengah, tatkala menerima pesan itu dalam bentuk broadcast. Mereka merasa lebih sopan jika menyebut nama penerima, satu per satu. Kemajuan teknologi telah menghilangkan sentuhan yang lebih personal, dan mulai menolak sifat masal yang dibawanya. Ini pula yang terjadi dalam perilaku konsumen.

Coba kita simak kisah Adidas ini. Siapa yang tak kenal Adidas, produsen perlengkapan olahraga dengan kualitas dunia? Namun jika orang ditanya apa saja serta bagaimana karakter produk-produk Adidas, jawabannya kemungkinan sungguh beragam. Sejatinya, keragaman ini berangkat dari kesadaran Adidas bahwa kondisi setiap atlet berbeda satu dengan lainnya. Oleh karenanya, Adidas kemudian memutuskan merancang perlengkapan olahraga yang disesuaikan dengan kondisi spesifik para atlet. Salah satunya melalui program Mi Adidas, yang menawarkan konfigurasi dalam jaringan (daring) yang mudah untuk pakaian produksi perusahaan yang berkantor pusat di Herzogenaurach, Jerman, itu. Kesuksesan program ini mendorong Adidas untuk meluncurkan program Mi Adidas Team. Dalam program ini, bukan hanya individu, seluruh anggota tim sebuah perkumpulan olahraga juga diberi kesempatan untuk merancang sendiri seragam mereka.

Kalangan amatir maupun profesional, pemuda maupun dewasa, mulai dari sekolah, universitas, liga, dan klub dapat merancang aneka sepatu, pakaian, dan aksesori olah raga sesuai dengan selera dan kebutuhan masing-masing. Lambang, logo sponsor, nomor kostum pemain, dan nama tim dapat disesuaikan. Untuk kepentingan ini, Adidas menyediakan lima belas warna dasar. Keleluasaan juga diberikan kepada penggemar dan pelatih. Mi Adidas Team tersedia untuk 11 cabang olahraga di 16 negara.

Apa yang dilakukan Adidas agar dapat memenuhi keinginan pelanggannya dengan lebih spesifik adalah mass customization. Dalam industri perakitan komputer, Dell memberi keleluasaan kepada pelangganya untuk merancang sendiri spesifikasi komputer yang mereka inginkan. Di Indonesia, produsen mi instan berlomba mass customization dengan berbagai macam menu. Mass customization tidak terbatas untuk produk-produk yang dihasilkan berdasarkan pesanan secara khusus, melainkan juga untuk produk-produk yang dihasilkan atas inisiatif produsen. Produk yang dihasilkan melalui mass customization juga tidak harus benar-benar baru, melainkan dapat pula berbentuk perubahan kecil, seperti perubahan kemasannya.

Praktik ini sebagai jawaban terhadap praktik mass product, dimana perusahaan menghasilkan produk yang seragam, dengan jumlah volume yang besar demi tercapainya skala ekonomi dan standardisasi mutu. Orientasi mass product ini lebih berorientasi kepada kebutuhan (need) ketimbang keinginan (want). Seiring dengan semakin beragam dan kompleksnya tuntutan pelanggan, praktik mass product mengalami penyesuaian.

Menjalankan mass customization tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Agar sukses, perusahaan tentu harus benar-benar memahami keinginan pelanggannya, berikut varian-varian produk dan jasa yang harus dibuat guna memenuhi keinginan itu. Berdasarkan pemahaman ini, perusahaan kemudian harus merancang konsep produk yang mudah dikoreksi oleh pelanggan.

Dalam menjalankan kebijakan mass customization, harus dijaga agardalam proses menghasilkan varian produk dan jasa kegiatan operasi dan rantai pasokan perusahaan tidak terganggu. Oleh karenanya, dibutuhkan proses desain yang andal. Perusahaan harus mampu memanfaatkan serta memadukan kembali sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien. SDM perusahaan harus senantiasa siap menghadapi tugas-tugas baru dan tak terduga, sehingga diperlukan karyawan yang kreatif dan mudah menyesuaikan diri.

*Ketua AMA Indonesia