• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

Reaktualisasi Keberlanjutan Bisnis

SINDO WEEKLY

Himawan Wijanarko*

Don Guerra adalah seorang pencinta lingkungan dengan misi membangun perekonomian berbasis biji-bijian di Arizona bagian selatan, Amerika Serikat (AS). Ia adalah pendiri toko roti Barrio Bread sekaligus pelopor pemberdayaan produk dan komunitas lokal.  Guerra Ingin membantu tumbuh kembangnya produk-produk lokal dan pertanian berkelanjutan, yang hasilnya dapat dijual di pasar-pasar yang khusus menjual produk-produk yang sehat.

Guerra mencampur, meremas, dan memanggang adonan rotinya di garasi rumahnya, yang telah ia jadikan pabrik. Tiap pekannya, ia bekerja tidak kurang dari 80 jam. Jam-jam paling sibuk justru terjadi pada malam. Tujuannya  agar saat matahari terbit, roti telah siap. Ia menggunakan kurang lebih setengah ton tepung per minggunya untuk membuat 6oo potong roti, yang habis terjual di lokasi-lokasi distribusi di mana orang-orang mengantre mengambil pesanan mereka.

Guerra dinobatkan sebagai salah satu dari 10 pembuat roti terbaik di AS versi majalah Dessert Professional. Ia mendapatkan hibah senilai 100 ribu Dollar AS dari Departemen Pertanian guna menunjang aktivitas promosinya.  Berkat dana hibah tersebut, ditambah uanmg tabungan dan kontribusi dari GoFundMe, ia mulai merambah bisnis ritel roti.

Saat ini, toko rotinya telah berekspansi ke semua penjuru kota Tucson, Arizona. Meski demikian, Guerra belum puas. Ingat, ia masih punya misi. Saat ini, di samping mengurus bisnis rotinya, ia juga menjadi konsultan desain bagi took-toko roti lainnya, memberikan ceramah di seluruh dunia tentang seluk-beluk pembuatan roti. Ia juga mulai menjalin kerja sama dengan La Mesa Torillas, pembuat tortilla, Guera juga menjalin kemintraan dengan keluarga Wong dari BKW Farms guna membentuk Barrio Grains LLC.

Guerra mengatakan dirinya ingin mengganti sejumlah komoditas tepung, yang saat ini banyak tersebar di pasar-pasar dan toko-toko, dengan produk lokal yang bahan bakunya ditanam lokal.   Baginya, itulah makna keberlanjutan yang sesungguhnya (true sustainability) bagi perekonomian biji-bijian lokal. Arizona bagian selatan. Barrio Grain akan menjadi pemimpin dalam memasok biji-bijian yang berasal dari petani lokal, yang hasilnya akan dikonsumsi oleh penduduk lokal pula.

Bagi Guerra, keberlanjutan sesungguhnya terwujud saat komunitas lokal menjadi tuan rumah di komunitasnya sendiri. Produk yang dihasilkan adalah dari, oleh, dan untuk mereka.  Apakah hal ini bertentangan dengan makna keberlanjutan yang selama ini kita kenal?

Selama ini, keberlanjutan senantiasa dikaitkan dengan pelestarian lingkungan dan perilaku etis. Lebih konkretnya, perusahaan harus menghasilkan produk yang ramah lingkungan serta menghindari perilaku-perilaku destruktif. Ini tentu tidak salah, bahkan wajib hukumnya. Meski demikian, agar menjadi bisnis berkelanjutan yang sesungguhnya, perusahaan harus melakukan hal yang lebih.

Apa hal yang lebih itu? Sebuah bisnis harus beroperasi dalam standar ekonomi, lingkungan, dan sosial yang jelas . Inilah yang disebut keberlanjutan yang seungguhnya menurut Searcy.  Standar ini tentuada ukurannya, semisal konsumsi air atau upah minimum. Standar ini harus ditentukan oleh masing-masing perusahaan sesuai kebutuhannya.

Banyak perusahaan telah mengaitkan aktivitas-aktivitas mereka dengan standar-standar terkait lingkungan. Misalnya, tidak kurang dari 380 perusahaan di dunia terlah berkomitmen mengikuti apa yang disebut Science Based Target Initiative )SBTI), yang berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Yang lebih sulit barangkali menetapkan standar sosial. Misalnya, tidak mudah menentukan upah minimum mengingat besarannya beragam untuk masing-masing daerah.

Setelah menentukan standar, berikutnya mengaji produk, proses, dan bisnis perusahaan, apakah sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam kasus Guerra dan Barrio Bread di atas, setelah menetapkan standar “lokalisasi”produk dan pasar, Guerra bekerja sama dengan BKW Farms, produsen hasil pertanian lokal, untuk menyumplai bahan baku roti.

Jadi membangun bisnis berkelanjutan tidak sekadar berkomitmen terhadap kesejahteraan sosial dan lingkungan  Komitmen tersebut harus dibuktikan secara lebih terperinci.