• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

Budaya Perusahaan Sehat

Himawan Wijanarko
Sindo Weekly Magazine

L. L. Bean  yang berdiri sejak 1912, merupakan  perusahaan ritel dengan spesialisasi pakaian dan alat-alat rekreasi luar ruangan. Namanya berasal dari nama pendirinya, Leon Leonwood Bean. Majalah Forbes memasukkan L. L. Bean ke dalam 100 perusahaan terbaik bagi karyawan untuk bekerja dan meniti karier. Tingkat perputaran karyawan (turnover rate) sekitar tiga persen per tahun, tergolong rendah untuk ukuran perusahaan  AS.

Dedikasi L. L. Bean terhadap pelanggannya tergolong luar biasa. Perusahaan yang berkantor pusat di Maine, AS ini,  rajin memberikan garansi seumur hidup dan belanja gratis, tentu dengan syarat-syarat tertentu. Ternyata, dedikasi L.L. Bean tidak hanya ditujukan kepada pelanggan, melainkan juga kepada karyawannya. Secara berkala, perusahaan mengadakan pertemuan tatap muka (one on one meeting) dengan karyawannya guna mendiskusikan pengembangan karier mereka. Kepada mereka, juga secara rutin ditawarkan pelatihan. Perusahaan memiliki program yang disebut “Bean’s Best”,  program perayaan tahunan yang bertujuan memberikan pujian dan penghargaan kepada rekan kerja yang telah berjuang melebihi ekspektasi.  Belum lagi fasilitas-fasilitas semisal potongan iuran keanggotaan klub olah raga, peluang cuti untuk menjadi sukarelawan, bahkan penggantian  biaya kuliah. Fasilitas lainnya adalah tamasya bagi semua anggota tim berikut keluarganya.

Di tengah ketatnya persaingan untuk merekrut dan mempertahankan talenta terbaik serta makin kuatnya posisi tawar-menawar karyawan, keberhasilan L.L. Bean menjaga tingkat perputaran tetap rendah layak diacungi jempol. Hal ini menunjukkan karyawan nyaman bekerja di L.L. Bean.

Faktor penentu kesetiaan dan kebetahan karyawan ini adalah budaya yang sehat dari perusahaan yang bersangkutan. Meski demikian, rendahnya tingkat perputaran karyawan hanyalah satu dari ciri-ciri budaya yang sehat.

Ciri lainnya adalah komunikasi jelas yang terbuka. Buruknya komunikasi akan menimbulkan perasaan tidak dihargai dan frustrasi di kalangan karyawan. Tak kalah penting diperhatikan dalam hal komunikasi ini adalah mekanisme penyampaian pesan. Apa yang dilakukan Adobe dapat menjadi pelajaran. Di perusahaan perangkat lunak komputer yang masuk jajaran Fortune 100 ini, komunikasi antar departemen dan individu mendapat perhatian intensif. Acara-acara tim yang diselenggarakan secara rutin, seperti acara jejaring kilat (speed networking event), mendorong karyawan untuk mengenal satu sama lain.

Kesuksesan sebuah perusahaan bukanlah kerja satu atau dua orang saja, melainkan berkat kerja keras seluruh karyawan. Maka sudah sepantasnyalah mereka semua menikmatinya dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk merayakan kesuksesan tersebut. Perusahaan berbudaya sehat pastilah menanamkan hal ini kepada karyawannya.

Bagi perusahaan yang memiliki budaya yang sehat, integritas adalah segalanya. Ketidakjujuran dan inkonsistensi akan meruntuhkan kepercayaan, cepat atau lambat. Transparansi, kejujuran, dan aturan main yang jelas dan adil menjadi fondasai bagi kelangsungan perusahaan.

Perusahaan yang memiliki budaya yang sehat senantiasa bekerja ekstra keras mencapai keunggulan. Mereka tidak mau hanya menjadi yang biasa-biasa saja. Usaha mencapai keunggulan menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang di dalam,  maupun di luar perusahaan. Keunggulan ini tidak akan diperoleh kecuali melalui pembelajaran tanpa henti.

Seseorang akan bersedia bekerja lebih lama di sebuah perusahaan yang mampu menjamin masa depannya, serta memenuhi kepentingan dan aspirasinya dalam jangka panjang, misalnya (tapi tidak selalu) prospek karier yang cerah. Zappos, penjual sepatu daring yang sahamnya dimiliki Amazon.com, agaknya menyadari hal ini. Di Zappos, setiap manajer di masing-maseing departemen bertanggungjawab menciptakan jalur karier bagi para pengikutnya. Zappos bahkan menawarkan paket senilai 2 ribu Dollar AS bagi para karyawan baru untuk berhenti jika pekerjaan yang mereka jalani dirasakan tidak cocok.

Jadi komunikasi, penghargaan, integritas, fokus pada keunggulan, dan peduli pada aspirasi karyawan adalah ciri-ciri perusahaan berbudaya sehat.