• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

Mengapa Budaya Organisasi Berubah?

Dukungan para pemangku kepentingan juga tak kalah penting mengingat mereka dapat mempengaruhi proses perubahan budaya. Oleh karenanya, pemimpin organisasi perlu memahami bagaimana caranya mengelola para pemangku kepentingan ini. Menurut O’Donovan (2006), hal ini bergantung pada tingkat kekuasaan (power) dan kepentingan (interest) masing-masing pemangku kepentingan. Pemimpin dapat melibatkan lebih dalam pemangku kepentingan bila ia memiliki kekuasaan dan kepentingan yang besar. Namun bila sebaliknya, teruslah memantau mereka tanpa melakukan pemaksaan. Bila kekuasaan pemangku kepentingan tinggi namun kepentingan mereka rendah, teruslah menyajikan informasi terkini seraya perlahan-lahan berupaya meyakinkan mereka. Sementara bila kekuasaan mereka rendah dan kepentingan mereka tinggi, tanamkanlah rasa memiliki.

Kesuksesan dalam perubahan budaya tidak mungkin dapat diraih tanpa adanya dukungan tim yang kompak dan kuat. Dalam hal ini, faktor kepemimpinan memainkan peran penting. Pemimpin harus bisa meyakinkan para pengikutnya bahwa, tanpa adanya perubahan, kinerja dan eksistensi organisasi akan terancam. Untuk dapat melakukannya, ke dalam hati para pengikut terlebih dahulu harus ditanamkan rasa memiliki terhadap organisasi.

Terdapat dua faktor pemicu utama yang memaksa budaya organisasi untuk berubah, faktor pemicu internal dan faktor pemicu eksternal.   Yang dimaksud dengan faktor pemicu internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam organisasi yang memaksa adanya perubahan budaya organisasi, baik disengaja ataupun tidak. Yang termasuk ke dalam faktor pemicu internal adalah kedewasaan organisasi, adanya proses menuju yang lebih baik untuk menggantikan proses lama yang kurang menguntungkan, penerapan teknologi baru, dan pola kepemimpinan yang baru. Sementara faktor pemicu eksternal membicarakan tentang beragam faktor pemicu yang mendorong terjadinya perubahan dalam budaya organisasi dari luar.  Yang termasuk ke dalam faktor pemicu eksternal adalah perubahan lingkungan bisnis akibat dampak dari globalisasi, adanya kejadian-kejadian khusus yang memaksa terjadinya perubahan semisal terjadinya merger dan akuisisi, faktor sosial politik semisal perubahan peraturan yang berdampak pada bisnis yang dijalankan perusahaan, dan tekanan dari pemangku kepentingan semisal karyawan, pelanggan, komunitas sekitar, dan pemerintah.

Budaya organisasi bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Ada kalanya budaya yang ada sudah tidak mampu lagi membantu organisasi mengantisipasi dan beradaptasi terhadap dinamika lingkungan. Dalam hal ini diperlukan perubahan budaya.