• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

BISNIS KELUARGA DI SELURUH DUNIA

Bisnis keluarga adalah salah satu entitas yang paling banyak dan paling mudah dijumpai serta hadir di nyaris semua sektor industri dan jasa. Meski demikian, isu kepemilikan, manajemen, dan komposisi keluarga telah menciptakan kompleksitas tersendiri sehingga diperlukan pengetahuan serta keterampilan khusus untuk memahami serta mengelolanya.

Menurut John Davis dari Harvard Business School, sekitar dua pertiga bisnis di seluruh dunia dimiliki oleh keluarga. Sekitar 70% hingga 80% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) di seluruh dunia disumbangkan oleh bisnis-bisnis keluarga. Antara 50% hingga 80% lapangan kerja di sebagian besar negara-negara di dunia disumbangkan oleh bisnis keluarga.  Sekitar 85% bisnis-bisnis rintisan di dunia ternyata dimodali dari uang milik keluarga  Di sebagian besar negara-negara di dunia, sekitar 70% hingga 95% dimiliki oleh keluarga. Dalam laporan dua tahunan Global Family Index yang disusun oleh Universitas St. Gallen, Swiss dan EY, 500 bisnis keluarga terbesar di dunia mencatatkan penjualan sebesar 6,8 triliun Dollar AS dan mempekerjakan sekitar 25 juta orang. Hal ini cukup untuk menjadi ekonomi ketiga terbesar di dunia, setelah China dan AS.

Itu potret secara global. Berikutnya, marilah kita lihat peranan bisnis keluarga di sejumlah kawasan dan negara. Di China, menurut data dari Sun Yat-sen University, Zhejian University, dan bisnis keluarga yang berbasis di Hong Kong, Lee Kum Kee, sekitar 85% bisnis swasta di negeri tirai bambu dimiliki oleh keluarga Generasi penerus dari orang-orang kaya pemilik bisnis keluarga di China terang-terangan menginginkan kendali bisnis di masa mendatang tetap di tangan keluarga.

Di India, bisnis keluarga berkontribusi kurang lebih sebesar dua pertiga dari PDB dan 90% dar keluaran kasar Industri negara itu. Di samping itu, sekitar 70% lapangan kerja yang disediakan sektor swasta berasal ari bisnis-bisnis keluarga. Sayangnya, hanya 13% bisnis keluarga yang bertahan hingga generasi ketiga dan hanya 4% yang bertahan hingga generasi keempat.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari Family Firm Institute (FFI), bisnis keluarga mencakup 72% dari sektor swasta. Sedangkan di Timur Tengah, porsi terbesar penyumbang PDB, selain sektor minyak, disumbangkan oleh bisnis keluarga. Sekitar 80% bisnis di negeri itu dimiliki dan/atau dikelola oleh keluarga.

(c) The Jakarta Consulting Group