• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

TREN DEMOGRAFIS DAN PERUSAHAAN KELUARGA

Menjaga perusahaan keluarga agar mampu bertahan dari generasi ke generasi tentunya bukan pekerjaan mudah. Apalagi di tengah-tengah mega tren yang saat ini sedang berlaku.

Saat harapan hidup manusia semakin panjang, yang terjadi di dunia korporasi justru sebaliknya. Harapan hidupnya semakin pendek. Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan Fidelity Investment Fund menunjukkan bahwa selama kurang lebih 20 tahun terakhir, harapan hidup perusahaan-perusahaan yang go public berkurang dari rata-rata 25% menjadi kurang dari 12 tahun. Angka kematian perusahaan-perusahaan privat bahkan lebih tinggi. Kematian perusahaan bisa terjadi lantaran kegagalan bisnis, merger dan akuisisi, dan juga sebab-sebab lainnya. Naiknya biaya-biaya, dibarengi dengan semakin kompleksnya dunia bisnis, teknologi, dan komunikasi menjadi pemicu utama meningkatnya angka kematian dunia bisnis.

Tren demografis ternyata turut berdampak terhadap dunia korporasi. Saat ini, berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, usia manjsua menjadi lebih panjang. Kesehatan mereka pun juga lebih prima. Dampaknya, mereka masih bisa produktif meski telah berusia sekitar 60 tahun atau lebih. Bagi perusahaan-perusahaan keluarga, hal ini menimbulkan beberapa implikasi. Pertama, generasi senior bisa lebih            lama bertahta sehingga pelaksanaan suksesi menjadi lebih lambat waktunya. Kedua, semakin banyak anggota keluarga yang masuk ke dalam perusahaan. Jika sebelumnya hanya anak, sekarang bertambah lagi menjadi keponakan atau cucu.

Makin pendeknya umur korporasi, ditambah terjadinya pergeseran demografis, membuat bisnis keluarga menghadapi situasi sulit. Perusahaan keluarga perlu mengaji ulang strategi bisnisnya, melakukan akuisisi (bila perlu), inovasi, dan investasi lebih banyak untuk penelitian dan pengembangan. Untuk melakukan semua itu, diperlukan number daya manusia yang andal, manajemen suksesi, dan tata kelola.

(c) The Jakarta Consulting Group