• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

BIAYA KONFLIK

Konflik yang destruktif, berdarah-darah ternyata menimbulkan dampak negatif yang tidak kecil. Ada biaya-biaya mahal yang harus dibayar. Pengertian biaya di sini tidak hanya dalam bentuk finansial, tetapi juga non finansial. Apa sajakah biaya-biaya tersebut? Mari kita lihat. Pertama, biaya langsung (direct cost). Muncul jika konflik harus diselesaikan melalui jalur hukum atau pengadilan. Pihak-pihak yang berkonflik tentunya harus mengeluarkan biaya yang tidak kecil untuk membayar penasihat hukum. Apatah lagi jika konflik berlangsung berkepanjangan. Hal ini tentu bisa menguras harta pihak-pihak yang berkonflik.

Kedua, biaya produktivitas (productivity cost). Berupa hilangnya nilai waktu. Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, “barangnya” terbatas jumlahnya. Jika seseorang sibuk mengungkit-ungkit masa lalu, ia tidak bisa menghasilkan sesuatu yang bermakna di masa kini. Ada dua aspek dalam biaya ini: kehilangan langsung dan kehilangan peluang. Kehilangan langsung adalah nilai waktu yang dipunyai seseorang. Seharusnya ia bisa melakukan sesuatu yang lebih bermakna dalam satu waktu. Namun lantaran sibuk berkonflik, waktu itu terbuang sia-sia. Sedangkan kehilangan peluang adalah nilai dari sesuatu yang seharusnya bisa ia hasilkan jika energinya diarahkan untuk menciptakan kreasi dan inovasi atau hal-hal lain yang bermanfaat bagi diri dan orang lain.

Ketiga, bilaya kelanjutan (continuity cost). Rusaknya hubungan kekeluargaan, kekerabatan, dan pertemanan. Dalam kasus perusahaan keluarga, konflik kerap mencabik-vabik hubungan kakak beradik, yang tadinya saling bahu membahu membesarkan bisnis. Saat mereka hidup susah mereka akur, saat hidup senang, mereka tawur.

Dan Keempat, biaya emosional (emotional cost). Rasa sakit akibat “tersandera” oleh emosi sendiri. Emosi kemarahan, ketakutan, saling tuding akan sangat mengganggu produktivitas kita. Alih-alih mengurusi bisnis, kita malah sibuk mengorek-ngorek “ketidakadilan” yang menimpa kita serta hal-hal  “buruk” yang dilakukan rival kita. Kita terobsesi untuk membalas dendam kepada orang yang kita anggap telah menzalimi kita. Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik seseorang.

 

(c) The Jakarta Consulting Group