• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

Kualitas dan Pendekatan Komprehensif

Inilah persepsi kebanyakan orang, jika ingin memperoleh produk yang berkualitas, bayarlah lebih mahal. Makin mahal suatu produk, makin berkualitas produk tersebut. Padahal manajemen kualitas intinya justru menekan biaya, melalui pengurangan biaya masukan, biaya per unit yang lebih rendah, yang berarti pula meningkatkan laba dan menaikkan kembalian. Pertanyaan menggelitik lain yang dilontarkan adalah beberapa perusahaan yang menerapkan manajemen kualitas, ternyata jeblok dari sisi perolehan laba. Inilah salah satu contoh jika kualitas dipahami secara parsial.

Terdapat sederet alasan yang menyertai mengapa manajemen kualitas harus diterapkan yaitu untuk lebih dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, agar menang dalam kompetisi dan survive dalam bisnis, serta dalam rangka memperoleh margin yang lebih tinggi. Manajemen kualitas juga diharapkan agar keseluruhan proses selalu terkendali, menekan cacat produk, dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik.

Dalam pendekatan manajemen kualitas terdapat evolusi yang setidaknya melewati empat tahapan. Pertama bertumpu pada pengembangan produktivitas dan penurunan biaya dengan menyodorkan studi gerak waktu dan analisa statistik sederhana. Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan kualitas berkesinambungan yang mengandalkan just in time, quality control circle, dan beberapa inisiatif lainnya seperti, IQI, SPC, dan SS yang berfokus kepada efisiensi biaya. Berikutnya adalah Total Quality Management dengan sederet inisiatif seperti TBW, AMP, PDCA, EOS, dan lain-lain. Fokus yang dipilih adalah pengembangan proses dan kesinambungan. Dan terakhir yang banyak dibicarakan adalah Six Sigma dengan inisiatifnya green belt, black belt, master black belt, dan DMA/C. Fokusnya sangat jelas : making money

Terdapat keterkaitan antara kualitas dengan visi, misi, tata nilai, dan kebijakan. Misalnya visi sebuah perusahaan adalah ingin dikenal sebagai world class company yang mempunyai komitmen excellence. Kemudian dijabarkan menjadi misi, misalnya menciptakan dan memberikan nilai tambah yang menguntungkan para stakeholders. Diperlukan pula tata nilai (values) yang mendukung. Katakanlah nilai-nilai itu adalah manusia, etika, kualitas dan integritas. Berikutnya dirumuskan menjadi kebijakan yaitu kebijakan kualitas. Kesemuanya tertuang dalam budaya kualitas.

Tak pelak lagi dalam konteks pembudayaan kualitas terdapat sejumlah keuntungan dari budaya yang kuat yaitu : sebagai energi untuk mencapai kinerja prima, sebagai pemicu motivasi. Juga berfungsi sebagai performance driver, pembentuk kerjasama yang solid, organisasi yang responsif serta fokus.

Dalam manajmen kualitas berlaku pemeo : Anda tidak akan dapat mengelola atau mengembangkannya jika tidak dapat mengukurnya. Konskuensinya dibutuhkan pengukuran terhadap kualitas. Langkah-langkahnya adalah menerjemahkan strategi ke dalam operasi yang nyata, kemudian memantau kemajuan dan kemungkinan timbulnya masalah terhadap implementasi manajemen kualitas. Perlu juga menunjukkan pencapaian yang merepresentasikan value delivery aktivitas bisnis, serta menyiapkan sistem peringatan dini.

Kantor kami menawarkan manajemen kualitas dengan pendekatan yang komprehensif, yang dilandasi perubahan paradigma dalam memandang manajemen kualitas. Paradigma lama berorientasi pada produk dan jasa, menekankan perubahan operasional, cenderung memaki gaya pemadam kebakaran (ada masalah baru bertindak), bersiafat parsial, dan bertumpu kepada kualitas produk dan layanan. Pada paradigma yang baru orientasinya berubah menjadi kepada pelanggan, perubahan-perubahannya dilakukan secra mendalam sampai kepada tingkat perubahan budaya, menekankan pengembangan berkelanjutan, bertumpu kepada sistem, dan berorientasi kepada laba.

Sehingga comprehensive quality management sangat mengandalkan pemahaman terhadap beragam pendekatan manajemen kualitas. Berbekal pemahaman ini setiap pendekatan dimanfaatkan dengan mempertimabngkan strategi korporat. Tujuannya untuk mengembangkan budaya kualitas yang diinginkan serta memberi dampak bagi bisnis dalam rangaka mencapai stakeholders triumph.

Tujuan comprehensive quality management adalah AIM (awareness, initiative, movement for implementation) yang diperoleh dengan mengembangkan budaya kualitas yang kuat, serta benar-benar memberi dampak bisnis yang signifikan dalam rangka mencapai stakeholders triumph.

Pertanyaannya, mengapa harus dilakukan pendekatan komprehensif dalam menerapkan manajemen kualitas ? Karena terdapat kecenderungan terjadinya gambaran yang terfragmentasi, ketiadaan pemahaman yang memadai terhadap masing-masing pendekatan, yang menimbulkan pemanfaatan pendekatan yang tidak tepat, serta diperoleh hasil yang mengecewakan.

Tentu saja dalam penerapannya diperlukan perangkat quality awareness, misalnya 5S, QCC, dan Seri ISO 9000. Dan yang tak ketinggalan adalah Six Sigma yang bertindak sebagai akselelator kinerja yang berfokus pada breakthrough change, yang bertujuan utama making money.

 

[Bisnis Indonesia]