• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

Quality-Centered Culture

Beberapa saat menjelang krisis menerpa negara kita, Kadin Jaya bersama The Jakarta Consulting Group sempat menyelengarakan Program Penghargaan Nusa Adi Kualita yang bertujuan menciptakan quality-oriented culture di Indonesia. Program yang rencananya akan dikembangkan menjadi Malcom Baldridge-nya Indonesia ini sempat terhenti sejak negara kita dililit krisis. Tetapi kesadaran untuk membangun orientasi terhadap mutu telah digulirkan.

Kualitas dapat menguntungkan perusahaan dari berbagai sisi. Dengan kualitas yang bagus berarti kita memiliki competitive advantage. Artinya kita lebih dapat memuaskan pelanggan, dan dengan sendirinya menjaga pelanggan dalam rengkuhan kita. Dengan kualitas yang baik juga memungkinkan memperoleh price premium. Kita dapat menjual produk kita lebih tinggi, tanpa khawatir konsumen beralih kepada kompetitor. Belum lagi tinjauan dari sisi efisiensi.

Berbekal kesadaran ini, perusahaan harus mengintegrasikan upaya yang berkesinambungan dari semua tingkat di perusahaan dalam pencapaian quality improvement untuk memberikan produk dan jasa yang menjamin kepuasan pelanggan.

Pengembangan kualitas terkait dengan ISO 9000, quality awards, empowerment, training, kompetensi, layanan pelanggan, six sigma, dan banyak lagi yang merupakan upaya perusahaan untuk mengadakan improvement. Orientasi mutu telah membantu banyak perusahaan untuk meningkatkan market share dan laba. Kualitas dan produktivitas merupakan salah satu kriteria utama untuk mencapai sukses karena kualitas dan produktivitas memungkinkan manajemen untuk memuaskan pelanggan dengan menawarkan the best value for money. Dahulu pelanggan membayar suatu produk dengan harga yang tinggi demi mendapatkan kualitas produk. Namun, sekarang makna kualitas produk lebih dari sekedar quality control product. Kualitas juga menjadi suatu hal yang berada pada garis terdepan dari semua aktivitas perusahaan.

Namun, pada saat ini lingkungan mengalami perubahan yang cepat dan menjadi dinamis, misalnya banyak pesaing baru dapat masuk ke pasar berkat teknologi seperti e-commerce. Oleh karena itu, inovasi produk dan inovasi proses menjadi kriteria performance yang utama untuk menguasai pasar. Salah satu contoh proses inovatif yang penting dan berhubungan dengan orientasi mutu adalah pengurangan pengambilan keputusan yang salah. Salah satu contoh proses inovatif tersebut merupakan orientasi kualitas yang perlu didukung oleh elemen-elemen kultur agar berhasil diimplementasikan. Elemen-elemen kultur yang mendukung orientasi kualitas ini adalah teamwork, pemberdayaan karyawan, pelatihan dan pendidikan. Lebih dari itu, bagi perusahaan yang ingin berfungsi secara efektif, mereka harus berpatokan pada interdependensi 7 S (struktur, strategi, staff, style, systems, shared values, & skills). Budaya perusahaan merupakan kunci dalam memproduksi kualitas p

roduk. Quality-centered culture merupakan suatu sistem organisasi di mana penyajian jasa dan produk yang customer driven merupakan proses pendukung untuk continuous improvement. Budaya yang quality centered ini merupakan suatu perjalanan, proses, dan juga cara berpikir.

Tujuan dari perubahan-perubahan menuju customer-driven culture adalah memberikan ruang untuk perbaikan kerja, tanggung jawab yang lebih luas, tingkah laku SDM-nya yang didasari oleh rasa percaya, sharing culture, serta pemahaman akan pentingnya menjaga hubungan internal dan interdependensi.

Agar terbentuk quality-centered culture diperlukan komitmen manajemen tingkat atas. Segala tindakan harus mendorong adanya perubahan menuju quality-centered culture.

Diperlukan pula interdependensi di kalangan internal perusahaan yang berperan sebagai sebagai customers dan suppliers. Apa yang dikerjakan akan sia-sia jika tidak berguna untuk pihak lain di perusahaan, sebagai sebuah sistem yang holistik.

Setiap orang di perusahaan harus memiliki komitmen untuk memberikan kepuasan pelanggan karena quality-oriented culture merupakan kombinasi dari pengembangan sistem perusahaan dan manusia. Gaya manajemen yang sesuai adalah gaya manajemen yang lebih terencana dan pendekatan teamwork yang terkoordinir Hierarki yang kaku dan pekerjaan-pekerjaan yang narrowly defined harus diganti dengan kultur perusahaan yang dilandasi dengan leadership, teamwork, shared responsibility, dan accountability.

Peran leadership adalah memberikan visi dan makna bagi setiap orang untuk ikut serta dalam mencapai improvement. Fokusnya harus pada manajemen dan sistem. Good corporation citizenship juga membutuhkan keikutsertaan dalam aktivitas komunitas dan kepedulian pada komunitas perusahaan. Tindakan perusahaan harus menunjukkan tanggung jawab pada komunitas dan lingkungannya. Perusahaan juga harus mampu menarik, menjaga dan mengembangkan orang-orang yang berbakat.

Manajer harus bertindak sebagai change agent. Proses harus direview dalam kurun waktu tertentu untuk memasukkan perubahan-perubahan baru dan menghapus cara-cara lama dalam melakukan bisnis. Resistance to change harus dihindari dengan komunikasi yang jelas tentang keuntungan dari perubahan tersebut.

Manajer juga harus belajar mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang ke tingkat yang lebih rendah dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen partisipatif. Empowerment dan teamwork sangat penting untuk mencapai sukses. Manajer harus belajar pentingnya mengontrol proses, bukan sekedar produk atau hasil akhir. Sukses membutuhkan integritas setiap orang, ethical conduct, dan personal dignity.

Di samping itu, untuk menghindari adanya resistensi harus diciptakan keikutsertaan yang maksimum baik bagi manajemen menengah maupun bawah. Partisipasi merupakan cara untuk menumbuhkembangkan interest, menepis rasa ragu, dan menunjukkan bahwa tidak ada ruginya untuk ikut serta. Dan tentu saja, diuperlukan sebuah visi untuk memandu setiap karyawan agar bekerja sesuai dengan yang diharapkan perusahaan dan pelanggan.

 

[Bisnis Indonesia]