• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

Gaya Partisipatif

Kali ini, kita akan megulas gaya kepemimpinan yang sifatnya partisipatif atau demokratis. Gaya ini memang lebih lamban untuk segera meraih hasil dan mencapai tujuan. Namun, gaya kepempinan ini lebih bersahabat dan egaliter. Bahasanya bukan perintah, namun lebih sebagai ajakan. Misalnya, “Mari kita ….”, “Bagaimana jika kita…”, “Ayo kita bersama-sama….”, dan sebagainya.

Dalam praktik, gaya kepemimpinan partisipatif melibatkan pemimpin, termasuk satu atau lebih karyawan dalam proses pengambilan keputusan. Secara tim, mereka menentukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Namun, bukan berarti menafikan tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin. Ia tetap orang yang paling bertanggung jawab dalam organisasi. Jika pemimpin menerapkan gaya ini, bukan berarti suatu organisasi atau lembaga lemah. Sebaliknya, menunjukkan bahwa seorang pemimpin dihormati anak buahnya.

Gaya kepemimpinan ini biasanya digunakan ketika seorang pemimpin memiliki informasi yang cukup mengenai kekuatan dan kelemahan anak buah, sehingga dapat membagi tugas dan tanggung jawab sesuai dengan keterampilannya masing-masing anggota. Ketika rekrutmen dan seleksi karyawan, sudah diketahui kompetensi mereka. Lalu menempatkan mereka pada posisi yang tepat untuk menunaikan tugas yang tepat pula.

Seorang pemimpin tidak bekerja sendiri untuk mencapai tujuan organisasi. Ia bekerja bersama orang lain, bekerja dalam tim. Untuk itulah seorang pemimpin harus tahu potensi dan keterampilan masing-masing individu agar dapat menempatkan mereka pada posisi yang tepat.

Organisasi atau perusahaan ketika rekruitmen sudah menetapkan syarat-syarat kompetensi dasar calon karyawan. Bahwa karyawan harus memiliki kompetensi tertentu, termasuk basic skill dan values. Jika mereka memenuhi kualifikasi, mereka direkrut. Tinggal bagaimana pemimpin mengarahkan dan memaksimalkan kemampuan mereka.

Gaya kempempinan partisipatif ini cocok bagi karyawan dengan kualifikasi seperti itu. Baik pemimpin maupun karyawan saling menguntungkan. Setiap karyawan menjadi bagian utuh organisasi sehingga memungkinkan seorang pemimpin untuk membuat keputusan yang lebih baik.