• In-House Training
    JCG TRAINING SESSIONS are tailored to participants’ needs.  Topics range from organizational development to motivation.  We focus in increasing performance by engaging the participant in active discussions.  Our training provides an avenue for in-depth analysis and problem solving of various management issues.
  • Executive Assessment
    JCG ASSESSMENT CENTER helps your organization assess the right talent and potential people based on what is the most critical to your organization. More than a psychological test, assessment will unearth individual strengths and fitness for a position.
  • Executive Search
    JCG EXECUTIVE SEARCH aims to provide the highest standard in recruitment services. In matching our candidates and clients, we opt for competency and culture fitness. Part of IRC Global Executive Search Partners, we are connected in 6 continents and 70 cities worldwide.
  • Consultation
    THE JAKARTA CONSULTING GROUP aims to be the partner for Indonesian Corporation in undertaking their corporate issues. In the past 30 years, we have been trusted in supporting our clients in dealing with strategic issues, corporate culture, human resources, and as part of their Corporate turnaround partner.

Rencana Pengembangan Potensi

Keberhasilan meniti karir sangat dipengaruhi oleh keberhasilan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki, sehingga sudah selayaknya pengembangan potensi diri direncanakan dengan baik.
Proses perencanaan pengembangan potensi diri meliputi langkah-langkah strategis berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian dapat membantu menemukan kekuatan dan hambatan yang mungkin timbul dari upaya-upaya mencapai tujuan hidup. Termasuk di dalamnya upaya mengantisipasi kegagalan.

Selain memperhatikan sifat-sifat dasar perencanaan, sebaiknya juga memperhatikan hal-hal penting berikut ini:

Passion

Proses pengembangan diri dapat terencana dan selanjutnya dikembangkan dengan baik apabila didasari pada sikap mental dan perasaan positif untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuannya. Semangat yang demikian akan menimbulkan inisiatif yang tinggi, minat yang besar, dan stamina yang kuat dalam proses pelaksanaannya.

Persistence

Perencanaan akan memperlihatkan karakteristik kontinuitas melalui konsistensi  langkah dan upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Dalam artian, orientasi perencanaan tidak boleh mengarah ke berbagai arah secara acak. Seorang kita harus memegang teguh satu orientasi yang jelas, sehingga nantinya dapat melaksanakannya secara konsekuen.

Common sense

Aspek rasionalitas berpengaruh besar terhadap keberhasilan penyusunan dan pelaksanaan suatu perencanaan. Dalam artian, usaha-usaha dan tujuan yang dipilih harus terbentuk dalam pengertian umum dan dilandasi akal sehat, dengan memperhatikan kemampuan diri dan kondisi lingkungan sekitarnya.

Beranjak dari ketiga hal tersebut di atas kita dapat melakukan perencanaan dengan melibatkan orang lain. Misalnya berdiskusi dengan suami, anggota keluarga, rekan-rekan kerja, sahabat,  dan sebagainya. Namun, bisa juga perencanaan dilaksanakan sendiri, dengan pengertian diri sendirilah yang paling memahami apa yang paling sesuai untuk dilaksanakan.

Dalam konteks ini proses perencanaan dilakukan dengan maksud sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan ide dan perencanaan dasar
  2. Mengumpulkan ide melalui cara yang paling sederhana adalah brainstorming bersama beberapa rekan atau saudara, dimana kita dapat menarik manfaat melalui ide-ide yang  mereka lontarkan. Kemudian secara bersama-sama mencari bentuk dasar perencanaan dan berbagai kemungkinan implementasi perencanaan itu.

    Cara kedua, melakukan pilihan dari daftar aktivitas yang telah dirancang. Proses ini  akan lebih baik apabila disertai dengan suatu ketentuan tentang “apa yang harus dikerjakan” dan “apa yang penting”. Kemudian membuat pertanyaan sebanyak mungkin berkenaan dengan hal tersebut, menjawab setiap pertanyaan, menemukan tingkat kesulitan masing-masing, dan mencari kaitan antara satu dengan yang lain. Hal itu bermanfaat untuk menentukan skala prioritas. Barangkali terdapat hal-hal yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama. Mungkin ada yang dapat ditunda. Mungkin juga, ada yang harus segera dilaksanakan.

    Dengan dasar pemikiran seperti ini, kita dapat menentukan tujuan pribadi, langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut, dan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan tujuan itu. Proses demikian akan memberikan umpan balik baginya untuk menilai kembali langkah-langkah yang kurang tepat, sehingga nantinya ia mampu melakukan penyesuaian atau perubahan atas langkah-langkah yang kurang tepat itu.

  3. Menghargai diri sendiri
  4. Di dalam suatu perencanaan, kita sebaiknya tidak melupakan keunggulan dirinya sendiri. Artinya, ia menyertakan daftar aktivitas yang pernah dipelajari dan dilakukan, kemudian menentukan aktivitas mana yang paling dikuasai. Dari situ ia dapat menemukan batasan-batasan diri yang ditinjau dari berbagai sisi diri sendiri, keterampilan dan kemampuan diri, pengaruh orang lain, pengaruh bawaan atau keturunan, dan pengaruh ekonomi

  5. Menentukan standar
  6. Perencanaan yang baik disusun dengan memperhatikan standar-standar hukum dan peraturan, standar lingkungan, standar pasar, dan standar individu. Dengan demikian, perencanaan yang dihasilkan adalah perencanaan yang dapat memenuhi standar-standar tersebut dan dapat diterapkan dengan baik di tengah-tengah khalayak ramai. Selanjutnya, hal itu akan memudahkan seorang kita dalam proses pelaksanaan perencanaannya.

  7. Membuat daftar apa dan siapa yang dapat membantu
  8. Dalam perencanaan, kita juga dapat menentukan hal-hal apa saja yang dapat membantunya. Biasanya hal itu berasal dari kelebihan diri kita. Bisa juga berasal dari berbagai faktor positif di sekeliling kita. Dalam hal ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi untuk “mengangkat” hal-hal tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan secara signifikan.

    Perencanaan yang baik pun mengandung deskripsi pertolongan yang dibutuhkan. Di sini, perlu ditentukan siapa yang dapat membantu, sejauh mana bantuan yang dapat diberikan, dan apa saja yang dapat diperoleh. Perlu diingat, pertolongan di sini harus dikaitkan dengan tujuan yang hendak dicapai.

    Mengembangkan diri melalui perencanaan di satu sisi mungkin akan menghabiskan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan hal-hal terkait lainnya. Namun sebenarnya perencanaan akan banyak menghemat banyak hal, yang meningkatkan efisiensi dalam proses pengambilan keputusan yang berkenaan dengan pengembangan potensi diri.

    Tanpa perencanaan menjadikan kita tidak mempunyai pedoman yang jelas, orientasi yang tidak fokus, serta berdampak kepada ketidakjelasan langkah-langkah yang harus ditempuh.  Perencanaan  menjadikan semua tindakan tertata rapi menuju tujuan yang diinginkan, dan merupakan salah satu kunci menuju pencapaian puncak karir.

 

[Bisnis Indonesia]